Imbas memanasnya situasi Timur Tengah, banyak turis yang terjebak di Dubai. Seperti Alison Woodward (71) dan Gul Woodward (70), warga negara Inggris yang merencanakan liburan mewah di Dubai. Liburan itu bertepatan dengan ulang tahun sang suami, Gul.
Hanya dalam hitungan hari, kesenangan itu berubah menjadi kekhawatiran. Pasangan itu terkejut dengan pemandangan rudal dan drone yang melintas di atas mereka.
"Itu benar-benar menakutkan. Kami gemetar," kata Alison kepada The Independent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berkata bahwa peringatan udara dan ledakan keras telah menggema di Dubai sejak Sabtu pagi, beberapa jam setelah serangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran memicu serangan balasan terhadap sekutu utama AS di kawasan itu. "Kami terbang ke Dubai pada 25 Februari dan seharusnya terbang kembali pada 2 Maret setelah merayakan ulang tahun Gul," kata Alison.
Pasangan ini beruntung, karena putranya tinggal di Dubai Marina. Mereka berdua telah memeriksa peringatan perjalanan sebelum keberangkatan dan tidak menemukan peringatan yang menunjukkan bahaya yang akan segera terjadi.
"Kami tidak menyangka ini akan terjadi. Setidaknya kami tinggal bersama keluarga dan tidak terjebak di hotel seperti banyak orang lain. Itu sangat melegakan," ucapnya.
Gul bercerita bahwa saat peringatan diberikan, mereka harus turun dari lantai 17 ke lobby. Ia dan keluarganya tetap berada di lobby selama beberapa jam.
Selain Alison dan Gul, ada sepasang suami istri dari Amerika Serikat yang juga memiliki cerita. Keduanya adalah dokter dari California. Mereka sangat takut ketika mendengar ledakan dan pencegatan rudal.
"Ini liburan keempat kami di Dubai, dan kami tidak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi," kata wanita itu.
Dia mengatakan putri mereka yang berusia lima tahun ketakutan mendengar suara ledakan.
"Kami melihat rudal terbang melintas di depan hotel kami. Kami pernah melihatnya di film. Sekarang kami mengalaminya sendiri," ucapnya.
Kemudian ada Martin dan istrinya, turis asal Irlandia pulang dari New Zealand dan Australia dalam rangka bulan madu. Mereka tiba di Dubai untuk transit saja. Namun, perjalanan pulang itu tidak semulus yang dibayangkan. "Kami mendarat pada hari Sabtu pukul 1 siang dengan penerbangan Emirates dari Sydney dan sedang menuju gerbang untuk penerbangan lanjutan kami ke Dublin," kata Martin.
"Sekarang kami berada di hotel, tidak tahu kapan kami bisa terbang pulang," ucapnya lirih.
Ia menggambarkan pemandangan kacau di bandara saat penerbangan dihentikan. Ia menunggu lebih dari enam jam sebelum ada yang berbicara kepada penumpang tentang apa yang terjadi.
Pasangan itu semakin cemas untuk kembali ke Irlandia, tempat keduanya dijadwalkan kembali bekerja. "Kami bahkan tidak membawa laptop. Kami harus kembali ke Dublin dengan cara apa pun," ungkapnya
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Selasa (3/3/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Hening Burj Khalifa
- Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
- Crazy Rich Tinggalkan Dubai Naik Jet Pribadi, Harga Sewanya Meroket Tajam
- Kisah Ikan Nike, Kemunculannya di Teluk Tomini Jadi Penanda Bulan Ramadan
- Penerbangan Timur Tengah Lumpuh, 90.000 Penumpang Terlantar
- Hotel Mewah di Dubai Terbakar, Netizen Rekam Detik-detik Menegangkan
- Dubai Mulai Hidup Lagi, Emirates: Jangan Datang ke Bandara Sebelum Dapat Jadwal
- 5 Slow Travel Jadi Tren, Liburan Nyaman Tanpa Terburu-buru
- Libur Makin Hemat & Untung Pakai Promo Ramadan dari Trip.com
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar