Drone Iran Hantam Dubai, Tower Ikonik Selamat
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Drone Iran Hantam Dubai, Tower Ikonik Selamat

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 12 Mar 2026 14:11 WIB
Dubai Creek Tower
Dubai Creek Tower (Emaar Properties)
Dubai -

Sebuah drone jatuh di Address Creek Harbour (Tower 2), sebuah menara hunian mewah di Dubai Creek Harbour, Dubai, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 02.45 waktu setempat. Salah satu bangunan ikonik di kawasan itu Dubai Creek Tower dipastikan aman.

Dubai Creek Tower digadang-gadang memiliki tinggi melewati Burj Khalifa, yang kini menjadi bangunan tertinggi di dunia. Ya, Dubai Creek Tower dirancang memiliki ketinggian 928 meter atau 100 meter lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifa.

Tinggi Dubai Creek Tower belum melewati Burj Khalifa karena konstruksinya tertunda. Selain itu, menara tersebut lebih merupakan struktur observasi yang ditopang kabel, bukan gedung pencakar langit konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Khaleej Times, Kamis (12/3/2026), dari insiden tersebut warga dievakuasi. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

ADVERTISEMENT

Menurut Kantor Media Dubai (DMO), pihak berwenang cepat menanggapi kejadian yang memicu kebakaran kecil, dan tim Pertahanan Sipil berhasil mengendalikan kobaran api. Drone tersebut diyakini berasal dari Iran, terkait konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Uni Emirat Arab (UEA) termasuk salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap aset-aset Amerika, menyusul operasi pencegahan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Teheran.

Dubai Creek Tower, Tingginya Lebih dari 1.000 Meter

Gedung tersebut diarsiteki oleh Santiago Calatrava Valls. Karyanya yang bergaya futuristis dan modern ini sudah banyak ia tuangkan di beberapa bangunan di dunia.

Peletakan batu pertama Dubai Creek Tower pada 2016 dengan tinggi sekitar 1.300 meter dan 210 lantai. Namun, pembangunan gedung ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19.

Dari informasinya, Dubai Creek Tower itu digagas kembali pada 2026 dan selama pembangunan dihentikan, Emaar Prorperties melakukan evaluasi terkait desain dan teknis lainnya.

Pendiri Emaar Properties, perusahaan pengembang Dubai Creek Tower, Mohammed Alabbar, mengatakan setelah Dubai sukses dengan Burj Khalifa, Dubai Creek Tower ini menjadi sesuatu yang berbeda.

"Setelah Burj Khalifa, ketinggian saja kini sudah tidak cukup. Fokusnya kini adalah pada keindahan arsitektur dan kualitas lingkungan hidup," kata Alabbar dikutip dari Construction Week Online.

Kemudian dari laporan BBC, Emaar Properties menyebutkan 18 hingga 20 lantai teratas gedung tersebut nantinya diperuntukkan sebagai pertokoan, hotel mewah, dan fasilitas turis lainnya.

Dubai Creek Tower ini ditargetkan menjadi pusat destinasi mewah yang ada di Dubai, dengan 20 juta turis per tahunnya. Di sekitarnya gedung tersebut juga terdapat beberapa destinasi yang menarik di Dubai seperti Ras Al Khor Wildlife Sanctuary, Perpustakaan Mohamed Bin Rashid, Dubai Mall, dan Dubai Square, selain itu juga hanya 14 menit ke Bandara Internasional Dubai.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads