Pulau Siau di Kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), Sulawesi Utara memiliki gunung api yang puncaknya selalu menyala. Gunung itu terletak di sebelah utara pulau Siau. Gunung Karangetang namanya. Tingginya 1.784 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Gunung berapi itu pernah meletus lebih dari 40 kali sejak tahun 1675. Pada malam hari, terlihat jelas luapan larva pijar kemerahan yang dimuntahkan oleh Gunung Karangetang.
Sehingga, sudah sejak lama gunung Karangetang dijadikan sebagai patokan pelayaran, semacam mercusuar alami, terutama pada malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada siang hari, Gunung Karangetang menjadi landmark dari gugusan pulau-pulau yang ada di sebelah timurnya. Keberadaan Gunung Karangetang oleh masyarakat Siau dianggap berkah tersendiri.
Dengan adanya gunung ini, tanah di seluruh pulau Siau menjadi subur dengan pupuk abu vulkaniknya. Pulau Siau pun dikenal sebagai penghasil pala dengan kualitas terbaik di dunia.
Bahkan, pulau Siau memiliki salah satu jenis pala yang endemik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain, yaitu polotan'a (Gymnacranthera ibutti).
Selain gunung Karangetang, di bagian tengah Pulau Siau terdapat gunung Tamata, gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.
Selain Pala, flora endemik pulau Siau yaitu sejenis anggrek, yang oleh masyarakat setempat menyebutnya basa'u palian (Dendrobium dimorphum).
Fauna endemik Siau adalah krabuku Siau, tarsius Siau atau Siau Island tarsier nama ilmiahnya Tarsius tumpara, yang termasuk salah satu dari primata terkecil di dunia paling terancam punah.
Spesies tarsius Siau sepintas mirip tarsius Sangihe, yang membedakan warna bulunya yang abu-abu kecoklatan. Makanan tarsius Siau berupa serangga dan reptil kecil. Mereka aktif di sore hingga malam hari.
Ada juga Celepuk Siau atau Siau Scops Owl. Dalam bahasa ilmiahnya Otus siaoensis yang habitatnya di sekitar Danau Kapetta di bagian selatan Pulau Siau.
Selain itu, ada Paok Siau atau paok mopo atau red belied pitta (Erythropitta palliceps) adalah burung endemik Siau. Paok Siau tubuhnya berwarna hijau, memiliki ciri khas warna merah di perut dengan bulu biru.
Pulau Siau juga memiliki pohon kayu hitam (Diospyros rumphii) yang mampu hidup di batu kapur berhumus sangat tipis.
Untuk ke pulau ini, perjalanan ke pulau Siau bisa ditempuh dari Pelabuhan Manado dengan menggunakan kapal cepat selama 4 jam.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Selasa (24/3/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Pesawat Air Canada Vs Truk Damkar di Bandara New York: Pilot-Kopilot Tewas
- Soal Kebersihan Toilet Umum, Singapura Nggak Mau Main-main
- Momen Malioboro Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran
- Lautan Manusia Menyerbu Pantai Karang Hawu
- Kisah Kampung Mati di Gunung Tugel Banyumas: Ternyata, Dulu Bekas...
- Kisah Mencekam Pemudik di Pemalang, Sempat Tersesat Masuk ke Dalam Hutan
- Ingin Menuju Tol Purwomartani, Ratusan Mobil Nyasar ke Sawah karena Maps
- Transformasi dari Sawah Jadi Wisata, Ini Fakta Menarik Desa Cikaso
- Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
- Timur Tengah Konflik, Pesawat-Pesawat Parkir di Bandara Terpencil Ini
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong