Perang Mengintai 29 Warisan Dunia Iran

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perang Mengintai 29 Warisan Dunia Iran

Hari Suroto - detikTravel
Selasa, 07 Apr 2026 15:43 WIB
Debris at the historical monument Golestan Palace after it was damaged in an Israeli and U.S. strike, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Tehran, Iran, March 3, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITOR
Istana Golestan di Teheran rusak akibat perang. (Majid Asgaripour/Reuters)
Jakarta -

Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas, 29 situs Warisan Dunia milik Iran kini berada dalam bayang-bayang kehancuran. Di sana tersimpan 27 di antaranya adalah situs arkeologi dan dua berupa cagar alam.

Situs arkeologi Iran pertama yang terdaftar di UNESCO adalah Persepolis dan Chogha Zanbil, yang terdaftar pada 1979. Merujuk situs UNESCO, Persepolis merupakan pusat seremonial Kekaisaran Akhemeniyah yang dibangun pada abad ke-6 SM oleh Darius I, terkenal dengan reruntuhan istana megah dan relief batu yang mencerminkan kejayaan Persia kuno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Chogha Zanbil adalah kompleks keagamaan peninggalan peradaban Elam dari abad ke-13 SM yang menonjol berkat ziggurat besarnya, menjadikannya salah satu struktur kuno paling terawat di luar wilayah Mesopotamia.

ADVERTISEMENT

Situs terbaru, terdaftar pada Juli 2025 adalah Situs Prasejarah Lembah Khorramabad. Situs ini merupakan kawasan arkeologi prasejarah yang mencakup sejumlah gua dan tempat tinggal manusia purba. Di sana tersimpan bukti kehidupan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu.

Ada pula Hegmataneh yang terdaftar pada Juli 2024 dan Karavanserai Persia yang terdaftar pada September 2023, serta Lanskap Budaya Hawraman/Uramanat yang terdaftar pada Juni 2021 .

Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah merusak setidaknya empat situs budaya dan sejarah, termasuk Istana Golestan yang mewah dari era Qajar di Teheran dan Istana Chehel Sotoun abad ke-17. Selain itu, sebuah masjid kuno Masjed-e Jām di Isfahan, yang merupakan masjid tertua di negara itu.

Kerusakan juga terverifikasi pada bangunan-bangunan di dekat Lembah Khorramabad, yang mencakup lima gua prasejarah dan satu tempat berlindung di bebatuan yang memberikan bukti hunian dan aktivitas manusia sejak 63.000 SM.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran tentang dampak perang yang meluas terhadap situs-situs arkeologi yang dilindungi dan penting bagi identitas Iran serta sejarah dunia.

Kecepatan dan luasnya kerusakan telah sangat mengkhawatirkan Iran, sehingga mereka mengirimkan permintaan kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNESCO untuk menambahkan lebih banyak situs arkeologi ke daftar perlindungan yang diperluas.

UNESCO menyatakan bahwa mereka telah memberikan koordinat geografis situs warisan budaya kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut sebelumnya, agar mereka dapat mengambil semua tindakan pencegahan yang memungkinkan untuk menghindari kerusakan.

***

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads