Jonggol Jadi Pusat Perhatian Setelah Muncul Awan Pelangi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jonggol Jadi Pusat Perhatian Setelah Muncul Awan Pelangi

Wilda Hayatun Nufus - detikTravel
Minggu, 03 Mei 2026 10:11 WIB
Fenomena alam di langit Jonggol Bogor
Fenomena alam di langit Jonggol Bogor (Istimewa)
Jakarta -

Langit di Jonggol, Bogor sedang mencuri perhatian. Muncul awan menyerupai pelangi di sana pada Jumat (1/5/2026).

Fenomena tersebut pertama kali disadari oleh seorang warga yang sedang melintas di Jalan Jeprah, Jonggol. "Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi," ujar dia.

Sejumlah pengendara juga memperlambat laju kendaraan. Sementara sebagian lain memilih menepi. Para pengendara mengarahkan kamera ponsel ke langit untuk menangkap momen langka tersebut. Lalu lintas di Jonggol sempat tersendat kala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ida Pramuwardani, mengatakan fenomena awan menyerupai pelangi itu umum terjadi berkaitan dengan optik atmosfer.

"Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa yang umum terjadi dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer," ujar Ida dikutip dari detikNews, Minggu (3/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ida menerangkan warna pelangi muncul karena cahaya matahari berinteraksi dengan butir air di udara. Dia menyebut butir air itu sisa dari hujan.

"Warna pelangi muncul karena cahaya Matahari berinteraksi dengan butir-butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di sisi lain wilayah Sentul seperti pada video tersebut," kata Ida.

Ida juga menjelaskan tampak ada awan yang disebut towering cumulus menutupi sebagian pelangi. Karena itulah, bentuknya menjadi terlihat tidak utuh atau tampak seperti 'awan pelangi'.

"Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi, sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti 'awan pelangi'," ujarnya.

Kendati demikian, Ida mengatakan 'awan pelangi' itu bukan tanda akan terjadi bahaya. Ida menyebut 'awan pelangi' itu menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan kemungkinan hujan lokal.

"Fenomena ini bukan tanda langsung akan terjadi badai, melainkan menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan kemungkinan hujan lokal di sekitar wilayah tersebut, meskipun titik pengamat masih dalam kondisi cerah atau belum mengalami hujan," kata Ida.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads