Terpopuler: India Uji Radal, Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Udara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: India Uji Radal, Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Udara

Tim detikTravel - detikTravel
Selasa, 12 Mei 2026 08:23 WIB
Pesawat Garuda Indonesia.
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Dok GIAA
Jakarta -

Garuda Indonesia mengalami insiden penerbangan tidak biasa, satu pesawatnya harus berputar-putar di wilayah udara India selama lebih dari empat jam. Akibatnya, penerbangan rute Jeddah-Medan yang normalnya ditempuh sekitar delapan jam molor menjadi lebih dari 12 jam.

Dikutip dari CNN Indonesia, Senin (11/5/2026), peristiwa itu terjadi pada 8 Mei 2026 dalam penerbangan GA4208 dengan pesawat Airbus A330-900neo registrasi PK-GHI. Pesawat melayani rute dari Jeddah, Arab Saudi menuju Medan, Sumatera Utara.

Penerbangan tersebut seharusnya hanya memakan waktu sekitar delapan jam. Namun pada hari itu, total durasi perjalanan membengkak menjadi 12 jam 39 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awal penerbangan, semuanya berjalan normal. Pesawat menempuh sekitar lima jam pertama melintasi Arab Saudi, Oman, hingga Laut Arab tanpa kendala berarti. Situasi mulai berubah ketika pesawat memasuki wilayah udara selatan India.

Di titik itu, GA4208 mulai menjalani holding pattern atau pola penahanan di udara. Dalam dunia penerbangan, prosedur itu sebenarnya cukup umum dilakukan, biasanya karena kepadatan lalu lintas udara atau antrean pendaratan. Namun yang membuat kasus Garuda ini menjadi sorotan adalah lamanya durasi penahanan tersebut.

ADVERTISEMENT

Pesawat dilaporkan terus berputar di area yang sama selama sekitar 4 jam 30 menit. Artinya, pesawat itu menghabiskan waktu hampir lima jam hanya untuk menunggu izin melanjutkan perjalanan.

Setelah mendapatkan clearance, pesawat masih membutuhkan waktu sekitar 2 jam 50 menit lagi sebelum mendarat di Medan.

Belakangan diketahui, penyebab utama situasi itu berkaitan dengan penutupan sebagian besar wilayah udara di sekitar Teluk Benggala. Pemerintah India menutup area tersebut untuk kepentingan uji coba rudal balistik Agni-6.

Penutupan wilayah udara untuk aktivitas militer sebenarnya bukan hal baru dalam industri penerbangan. Namun luasnya area yang ditutup kali ini disebut sangat besar, sehingga membatasi opsi pengalihan rute bagi maskapai yang melintas.

Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Senin (11/5/2026), baca selengkapnya di sini.

Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads