Pemerintah melakukan perubahan strategi dengan melakukan diversifikasi pasar. Mereka ingin menarik wisatawan berkualitas dengan wisata kebugaran.
Pengembangan produk wisata yang dijalankan oleh pemerintah mencakup pengembangan wisata kebugaran untuk menarik wisatawan berkualitas, yaitu wisatawan dengan masa tinggal lebih lama dan pengeluaran lebih banyak.
"Wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga merasakan pengalaman yang bermanfaat bagi kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual," ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dikutip Antara, Senin (8/6/2026).
Wisata kebugaran merupakan salah satu usaha pariwisata yang tumbuh paling cepat dan paling tangguh. Menurut data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wisata kebugaran secara global saat ini telah mencapai 6,8 triliun dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 9,8 triliun dolar AS pada 2029.
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi industri kebugaran dalam menghadirkan peluang ekonomi bagi industri pelayanan perjalanan dunia.
Salah satu daya tarik wisata kebugaran di Indonesia adalah jamu. Jamu merupakan ramuan kesehatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama ratusan tahun. Jamu sudah menjadi bagian dari budaya, pengetahuan, dan kearifan lokal bangsa.
Jamu memiliki potensi yang jauh lebih besar sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sekaligus identitas budaya. Berangkat dari semangat tersebut, digelar acaraki Jamu Festival 2026 yang mengusung tema 'The Rise of Jamu Culture'.
Acara yang berlangsung pada 6-7 Juni 2026 di Hutan Kota, GBK ini mengajak masyarakat kembali mengenal, menikmati, dan membanggakan jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Traveler bisa mengikuti berbagai acara menarik di sini seperti 5K Fun Run, Fun Walk, Yoga, Poundfit, dan Zumba, serta Perjamuan Nusantara yang menampilkan beragam jamu, kuliner tradisional, produk UMKM, dan karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas budaya dan hiburan seperti Estafet Permainan Nusantara, Karnaval Nusantara, Kompetisi Jamu Mixologist, Parade Jamu Gendong, Temu Lawak, dan konser musik Sorak Serai.
"Acaraki Jamu Festival menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi. Festival ini juga menunjukkan bahwa jamu mampu beradaptasi dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap relevan bagi generasi muda saat ini," ujar Prof. dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.
Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menambahkan pelestarian jamu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat.
"Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia. Semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi, menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM jamu agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," ujar Jony.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, menilai jamu memiliki posisi yang unik dalam ekosistem ekonomi kreatif karena tidak hanya hadir sebagai produk kesehatan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya yang hidup lintas generasi.
"Kita semua memiliki kedekatan emosional dengan budaya jamu. Jamu sangat identik dengan Indonesia. Bahkan secara filosofi, kata 'jamu' merefleksikan tradisi menjamu dan merawat sesama yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Festival seperti ini menjadi ruang yang penting untuk kembali memperkenalkan dan merayakan warisan budaya tersebut kepada masyarakat luas," tutup Irene.
Indonesia selama ini dikenal memiliki produk dan layanan wisata kebugaran terbaik di dunia dan jamu termasuk salah satunya. Jamu merupakan salah satu contoh sukses bagaimana identitas budaya dapat berkembang menjadi daya tarik wisata dan kekuatan ekonomi kreatif.
Simak Video "Gaya Gibran dan Istri Meracik Jamu di Pantai Mertasari"
(wsw/wsw)