Penanaman nilai-nilai keagamaan yang bisa mendorong perilaku peduli terhadap lingkungan dinilai penting untuk mendukung gerakan tobat ekologis.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menilai pertemuan dengan organisasi lintas agama perlu dilakukan untuk membahas pentingnya penguatan nilai moral dan spiritual melalui gerakan pertobatan ekologis.
"Upaya penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan teknis dan penegakan hukum. Kita membutuhkan gerakan moral yang tumbuh dari kesadaran bersama, termasuk dari komunitas agama, untuk menjaga bumi sebagai amanah bagi generasi mendatang," ujar Jumhur dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai-nilai agama dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku wisatawan menuju kepedulian lingkungan. Keterlibatan tokoh agama dipandang penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan membangun kesadaran publik tentang kelestarian lingkungan.
Nilai-nilai yang sama ternyata sudah ditanamkan kepada para santri Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal. Ponpes itu berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pesantren yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Atas komitmen itu, Darul Amanah diganjar penghargaan bergengsi 'Top 100 Excellence Award 2026'. Mereka berhasil meraih penghargaan dalam kategori 'Top Eco-Friendly Pesantren with Green and Healthy Environment of The Year 2026' atau Pesantren Ramah Lingkungan Terbaik dengan Lingkungan Hijau dan Sehat Tahun 2026.
Berbagai program pelestarian lingkungan, penghijauan kawasan, pengelolaan kebersihan, serta pembiasaan hidup sehat bagi seluruh santri menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Darul Amanah meraih penghargaan tersebut.
Top 100 Excellence Award 2026 Foto: (dok. Istimewa) |
"Penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan pesantren. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar Darul Amanah untuk terus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada para santri," ungkap H. Muhammad Fatwa, mewakili pimpinan ponpes.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Pondok Pesantren Darul Amanah dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kehidupan pesantren.
Berbagai program penghijauan, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, konservasi air, serta edukasi lingkungan kepada para santri terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Capaian tersebut menjadi momentum bagi pesantren untuk semakin memperkuat budaya peduli lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Apalagi di tahun 2026 ini, Darul Amanah bahkan dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional. Sebelumnya, pondok pesantren ini berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pesantren dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan.












































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA