×
Ad

Tak Ada Libur buat Macet di Pasteur

Rifat Alhamidi - detikTravel
Senin, 29 Jun 2026 17:07 WIB
Macet di Pasteur (Rifat Alhamidi/detikcom)
Bandung -

Rasanya seperti tak ada hari libur buat kemacetan di kawasan Pasteur, Bandung. Setiap hari, kemacetan selalu terjadi di kawasan tersebut.

Kawasan Pasteur adalah gerbang utama menuju Kota Bandung. Setiap akhir pekan dan musim liburan, ribuan wisatawan melintasi kawasan ini untuk berburu kuliner, berbelanja, hingga mengunjungi beragam destinasi wisata.

Namun, mereka harus terlebih dulu bersabar-sabar di balik kemudi kendaraan. Antrean mobil yang mengular dan arus lalu lintas yang tersendat di kawasan Pasteur seolah menjadi pintu pembuka sebelum akhirnya tiba di tujuan.

Kemacetan itu mungkin hanya berlangsung sesaat, tapi bagi warga sekitar, ceritanya berbeda 180 derajat. Bagi mereka, macet di kawasan Pasteur bukan sekadar fenomena akhir pekan, melainkan menu sehari-hari yang seolah tidak pernah usai.

Hampir setiap hari, kawasan Pasteur yang membentang di Jalan Dr. Djunjunan dipadati oleh kendaraan. Pada hari kerja, arus lalu lintas dipenuhi masyarakat yang berangkat ke kantor, mengantar anak ke sekolah, hingga pulang ke rumah.

Memasuki akhir pekan, kepadatan itu bertambah oleh kendaraan wisatawan. Suasana itulah yang hampir setiap hari disaksikan warga Bandung dan sekitarnya.

Mereka bukan sekadar melihat antrean kendaraan dari kejauhan, melainkan ikut merasakan dampaknya secara signifikan. Salah satu efeknya yaitu waktu tempuh yang menjadi semakin panjang.

"Kalau harus lewatin Pasteur pas libur mah mending muter saya mah. Ruwet banget soalnya," kata Bagus Ismail (28), salah seorang warga Bandung.

Bagus tidak berlebihan. Pada Minggu (28/6) siang, kami menjadi saksi bagaimana padatnya situasi lalu lintas di Pasteur saat kendaraan wisatawan mulai meninggalkan Bandung usai menghabiskan waktu liburan di akhir pekan.

Selepas melewati Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Flyover Pasupati, kemacetan langsung terlihat di Jalan Dr Djunjunan. Padahal, jalan ini begitu lebar, namun seolah tak mampu menampung kepadatan mobil wisatawan.



Simak Video "Video: Tol Jagorawi Arah Bogor Padat Merayap, Kendaraan Melaju 20 km/jam"


(wsw/wsw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork