Bob Marley adalah penulis lagu dan penyanyi Reggae dari Jamaika yang paling terkenal dan berpengaruh di dunia. Bob Marley rupanya gemar dengan kopi.
Band Bob Marley, The Wailers yang didirikan pada tahun 1964 bersama Peter Tosh dan Bunny Livingstone, merekam album-album seperti Catch a Fire, Natty Dread, Exodus, dan Uprising.
Di balik kehidupannya sebagai musisi, Bob Marley ternyata pernah berkeinginan suatu hari nanti dapat menyalurkan kecintaannya pada musik ke bidang pertanian. Melalui putranya, Rohan Marley, keinginan itu akhirnya terwujud, bertani kopi Jamaica Blue Mountain.
Sejarah kopi arabika Blue Mountain di Jamaica bermula dari Raja Prancis, Louis XV mengirimkan tiga tanaman kopi ke koloni Prancis di Martinique, sebuah pulau subur dan hijau lainnya yang terletak 1.900 kilometer di sebelah barat daya Jamaika.
Lima tahun kemudian, pada tahun 1728, Sir Nicholas Lawes, Gubernur Jamaika, menerima hadiah berupa satu tanaman kopi jenis arabika dari Gubernur Martinique.
Kopi arabika sangat menyukai tanah Jamaika yang kaya nitrogen dan fosfor, dan tidak ada tempat yang lebih baik selain di ketinggian curam Pegunungan Biru (Blue Mountain).
Terletak di sebelah utara Kingston di sisi timur pulau, Pegunungan Biru menjulang hingga ketinggian 2.350 meter. Biji kopi yang dibudidayakan sebagian besar adalah Arabica Typica.
Kopi tumbuh subur di tanah vulkanik yang subur, curah hujan teratur, dan yang terpenting, di bawah naungan kabut pulau yang melindunginya dari terik matahari. Semua faktor ini berpadu untuk menghasilkan kopi dengan rasa manis dan aroma yang luar biasa, cita rasa yang kaya, dan tekstur penuh dengan keasaman yang ringan.
Hasilnya adalah kopi yang oleh banyak orang dianggap sebagai kopi terbaik di dunia dan "Champagne-nya Kopi". Seperti 'Appellation D'Origine Contrôlée Champagne' di Prancis, yang secara ketat mengontrol dimana anggur Champagne asli dapat ditanam, area tempat tanaman kopi Jamaica Blue Mountain dibudidayakan juga dikontrol secara ketat.
Seiring peningkatan produksi, Jamaika muncul sebagai pengekspor kopi terkemuka selama abad ke-18. Pada akhir tahun 1800-an, kopi Blue Mountain menjadi terkenal di seluruh dunia karena kualitas dan rasanya yang luar biasa.
Event seperti Blue Mountain Coffee Festival menyatukan penduduk lokal dan traveler untuk merayakan budaya seputar minuman ikonik ini. Bayangkan sebuah pertemuan meriah dengan musik, makanan, dan tentu saja, cangkir kopi specialty yang tak ada habisnya untuk memanjakan setiap selera.
Bibit kopi arabika blue mountain Jamaica pernah dibawa Inggris ke Papua Nugini pada 1920-an, bibit ini kemudian menjadi leluhur kopi arabika yang ditanam di Papua Nugini dan pegunungan Papua.
---------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
Simak Video "Video: Praktis! Begini Cara Seduh Kopi Pakai Mesin Kapsul di Kamar Hotel"
(wsw/wsw)