Terus Berpacu Menangani Karhutla di Kalimantan Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terus Berpacu Menangani Karhutla di Kalimantan Tengah

Antara - detikTravel
Jumat, 11 Sep 2026 19:36 WIB
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 persone
Karhutla di Kalteng (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Barito Utara -

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memacu lebih cepat terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karhutla di wilayah Barito Utara, Kalimantan Tengah sempat kembali membesar dan meluas. Kabar ini viral usai dikabarkan oleh Aktivis Lingkungan Hidup Chanee Kalaweit.

Dilihat dari postingan akun Instagram @Chaneekalaweit, Jumat (11/9) Chanee mengunggah kondisi api yang menyala di kawasan hutan Barito Utara. Chanee mengatakan api tersebut berada di dekat kawasan Kalaweit, unggahan tersebut dilihat lebih dari 2.4 juta kali, dengan 253 ribu akun menyukai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penjelasannya Chanee mengatakan sebelumnya api sudah berhasil dikendalikan namun api kembali membesar dan meluas sepanjang hampir 1 km. Ia juga menyebut kondisi dalam keadaan gawat darurat sehingga membutuhkan bantuan.

"Kami butuh bantuan!" tulis Chanee dalam caption unggahannya.

ADVERTISEMENT

Chanee kemudian memberikan update kondisi terkini di lapangan pada hari yang sama. Ia menyebut tim pemadam kebakaran Barito Utara bersama tim ANUA/Kalaweit telah turun ke lokasi.

Penanganan juga diperkuat oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang disebut telah turun melakukan pengecekan lapangan dan mulai melakukan pemadaman. Tim BPBD/BNPB juga disebut akan turun untuk mendukung penanganan kebakaran.

"Situasi saat ini turun di lapangan DAMKAR Barito Utara bersama tim ANUA/Kalaweit. Water tank dari PT TOP ada di lokasi," tulis Chanee.

"Manggala Agni turun cek lapangan dan akan mulai padamkan besok, Tim BPBD/BNPB akan turun besok. Harusnya besok sudah mulai bikin pembatas api menggunakan dozer," ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan Raja Antoni atas dukungannya dalam koordinasi penanganan kebakaran di lapangan.

"Terima kasih kepada Pak @rajaantoni yang membantu mengkoordinir semua ini. Semoga kebakaran ini dapat dipadamkan segera," tulis Chanee.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan, serta dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Pemprov Kalteng bersama instansi terkait telah menyiagakan 10.700 personel gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat peduli api untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Kalteng.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi peningkatan aktivitas karhutla memasuki musim kemarau. "Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap," kata gubernur.

Karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng) memang menunjukkan tanda mengkhawatirkan. Setelah sempat turun hingga 950 titik, jumlah hotspot melonjak lagi dalam sehari.

"Berdasarkan data Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan periode 2-10 September 2026, tercatat 2.340 hotspot di Kalteng pada 10 September. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya mencatat 950 titik," ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, Jumat (11/9/2026).

Lonjakan hotspot menjadi perhatian karena terjadi saat Kalteng masih berada dalam status tanggap darurat karhutla. Pemerintah daerah bersama tim penanganan di lapangan masih melakukan berbagai upaya untuk mencegah meluasnya kebakaran.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads