Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kaki gunung Guntur di Garut. Total lahan seluas 3 hektare habis terbakar.
Titik api karhutla dilaporkan itu cukup dekat dengan permukiman warga. Saat ini, kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan oleh personel penyelamat gabungan.
Kebakaran yang berlangsung di kaki Gunung Guntur, tepatnya berada di Blok Tegak Malaka, Kampung Naringgul, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler. Kebakaran terjadi pada Senin (14/9) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Aah Anwar sejak pertama kali terlihat oleh saksi, api kebakaran itu sudah dalam keadaan besar dan berkobar.
"Benar, telah terjadi kebakaran di kaki Gunung Guntur, tepatnya di Blok Tegal Malaka," ujar Aah.
Aah menuturkan, objek yang terbakar mayoritas merupakan ilalang. Warga yang panik melihat api yang cepat merembet dan mendekat ke permukiman, langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran.
Proses pemadaman api kemudian dimulai setelah personel Disdamkar datang ke lokasi. Mereka bahu membahu memadamkan si jago merah, bersama petugas dari instansi lain, dibantu relawan dan warga setempat.
Api kemudian baru dapat dipadamkan sekitar 3 jam setelah proses pemadaman dimulai pada pukul 13.00 WIB. "Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.00 WIB," ucap Aah.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Petugas pun masih melakukan pendataan mengenai luas lahan Gunung Guntur yang terbakar.
Namun menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh tim detikJabar, sedikitnya ada sekitar 3 hektare lahan yang ludes dilalap api.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran ini," pungkas Aah.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.










































