Gen Z ternyata paling suka jika liburan mereka value for money alias sepadan antara nilai dengan harga atau biaya yang telah dibayarkan.
Menurut laporan Tourism in Focus bulan September 2026 dari Pacific Asia Travel Association (PATA) bersama Euromonitor International, 25% wisatawan Gen Z di Asia Pasifik menempatkan value for money sebagai pertimbangan utama mereka dalam liburan.
Para gen Z akan lebih memilih-milih ketika liburan. Mereka juga suka membanding-bandingkan antara satu destinasi dengan destinasi lain, mana yang kira-kira sepadan dengan uang yang telah mereka bayarkan.
Mereka juga tak segan mengeluarkan uang lebih ketika liburan. Gen Z bahkan lebih memilih menghabiskan uangnya untuk pengalaman liburan dibandingkan dengan membeli barang mewah.
"Semua orang tahu bagaimana mereka akan menghabiskan uangnya. Kami mungkin memilih untuk berkeliling dunia, tapi kami tidak punya mobil mewah. Jadi saya rasa, ini hanya soal pergeseran prioritas. Menurut kami, kenangan yang kita dapat saat traveling lebih berharga dibandingkan punya mobil mewah," ucap Meghan Brackins, salah satu responden studi tersebut.
Membandingkan destinasi hingga menemukan penerbangan yang sesuai hanyalah satu bagian dari proses gen Z saat merencanakan perjalanan. Setelah selesai membandingkan rute, jadwal, dan harga, keputusan akhir juga dapat dipengaruhi oleh metode pembayaran yang tersedia saat checkout.
Kemudahan pembayaran saat memesan tiket liburan semakin relevan seiring berubahnya kebiasaan gen Z dalam melakukan perjalanan. Banyaknya pilihan pembayaran yang tersedia dapat membuat proses booking terasa lebih mudah.
Berdasarkan studi, 45% gen Z lebih suka melakukan pembayaran secara digital. Kebiasaan menggunakan pembayaran berbentuk digital memang semakin terlihat di Indonesia. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026 tumbuh sebesar 40,36% secara tahunan.
Airpaz, sebuah platform pemesanan perjalanan yang didirikan pada 2011, menyediakan lebih dari 100 metode pembayaran, 61 mata uang, dan 38 bahasa. Mereka menyesuaikan pengalaman booking dengan negara tempat transaksi dilakukan.
Di Indonesia, pilihan yang tersedia mencakup QRIS, BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, serta metode pembayaran digital lainnya. "Menyediakan metode pembayaran yang familiar membantu membuat langkah akhir saat booking terasa lebih simple," ucap Wesley Wijaya, Chief of Partnership Airpaz.
Airpaz juga menyediakan akses ke lebih dari 450 maskapai dan 600.000 rute penerbangan di seluruh dunia, mulai dari perjalanan domestik hingga regional dan internasional. Rute yang tersedia mencakup Jakarta-Bali, Lombok-Bali, dan Jakarta-Kuala Lumpur, di samping berbagai pilihan lainnya.
"Kenyamanan bukan hanya soal membandingkan harga tiket. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sebuah platform mendukung pengguna sepanjang proses booking, mulai dari melihat pilihan rute dan jadwal hingga menyelesaikan transaksi dengan cara yang sudah familiar di kehidupan sehari-hari," imbuh Wesley.
Kemudahan saat membandingkan pilihan perjalanan hingga menyelesaikan pembayaran menjadi bagian penting dari perencanaan travelling secara keseluruhan. Ketika kebiasaan membayar sudah semakin digital dan praktis, ekspektasi akan terpenuhi saat melakukan booking perjalanan.
Simak Video "Video: Sederet Pemenang Koperasi Awards Kategori Pradana Nayaka"
(wsw/wsw)