×
Ad

Rhenald Kasali Soroti Menu Makan di Garuda Indonesia

Femi Diah - detikTravel
Sabtu, 24 Okt 2026 17:11 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (Erick Disy Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald menyoroti menu Business Class Garuda Indonesia. Dia menilai dalam daftar itu belum banyak menampilkan cita rasa khas Tanah Air.

Melalui unggahan di Instagram @rhenald.kasali pada 23 Oktober 2026, Rhenald menceritakan pengalamannya terbang dengan Garuda Indonesia dari Narita, Jepang, menuju Denpasar, Bali, pada 21 Oktober.

Menurut Rhenald, menu yang ditawarkan dalam penerbangan tersebut belum banyak menampilkan hidangan khas Indonesia. Padahal, menurutnya, sajian Nusantara bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata bahkan sebelum penumpang tiba di Tanah Air.

Dia menyebut sejumlah kuliner daerah yang menurutnya layak diperkenalkan kepada penumpang, mulai dari ayam betutu khas Bali hingga sei sapi.

"Kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas dan promosi sebuah negara," tulis Rhenald.

Dalam unggahannya itu, Rhenald turut memperlihatkan buku menu penerbangan yang menawarkan sejumlah hidangan internasional, di antaranya Vietnamese Chicken with Sweet and Sour Sauce dan Japanese Set Menu.

Dia memaklumi keberadaan menu Jepang karena penerbangan tersebut berangkat dari Tokyo. Namun, Rhenald mempertanyakan minimnya pilihan makanan khas Indonesia untuk penumpang yang akan terbang menuju Bali.

"Menu makan siang (khas) Jepang memang bisa dimaklumi karena pesawat membawa penumpang dari Tokyo. Namun, tidak ada nasi Bali, apalagi sei sapi atau kuliner khas Indonesia yang menggugah selera," tulisnya.


Menurut Rhenald, menu internasional tersebut sebenarnya bisa digantikan atau dilengkapi dengan makanan khas dari berbagai daerah Indonesia.

"Yang ada justru Vietnamese Chicken with Sweet and Sour Sauce. Mengapa bukan ayam tangkap khas Aceh atau ayam betutu khas Bali?" kata dia.

Meski mengkritik pilihan menu, Rhenald tetap mengapresiasi pelayanan Garuda Indonesia. Ia menilai kru pesawat memberikan pelayanan dengan baik dan kondisi kabin juga bersih.

"Terlepas dari itu, saya memberi jempol atas pelayanan para kru dan kebersihan pesawat. Meski bukan kuliner Indonesia, chef-nya pintar dan masakannya pun enak," tulisnya.

Bagi Rhenald, maskapai nasional memiliki peluang untuk menjadi salah satu etalase budaya Indonesia. Menyajikan kuliner Nusantara dalam penerbangan internasional dinilainya dapat sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah dan mendukung promosi pariwisata serta ekonomi kreatif.

detikTravel telah menghubungi Garuda Indonesia untuk meminta tanggapan atas penilaian Rhenald tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, Garuda Indonesia belum memberikan respons.

Sementara itu, tiga hari lalu Garuda Indonesia memperkenalkan sejumlah pilihan menu Nusantara untuk penumpang Business Class melalui akun Instagram resminya. Salah satunya adalah siomay tenggiri yang disajikan dalam penerbangan dari Jakarta menuju Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Garuda juga menawarkan gohyong ayam yang disebut sebagai hidangan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi.



Simak Video "Video: Viral Ban Pesawat Copot Saat Mendarat, Ini Penjelasan Garuda"

(fem/fem)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork