Twitter, mikroblogging yang sudah dimiliki banyak orang, sangat mudah diakses sehingga jadi alternatif pertama untuk menyampaikan masalah traveling. Kebanyakan traveler menggunakan Twitter jika ingin masalahnya didengar oleh orang banyak. Dari CN Traveler, Rabu (13/11/2013), inilah cara mengadu via Twitter dengan baik dan benar:
1. Sampaikan masalah dengan singkat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hindari juga marah-marah. Karena marah tidak akan menyelesaikan masalah. Nada yang marah juga tidak akan membuat Anda mendapat respon yang cepat dan baik dari instansi bersangkutan.
2. Gunakan profil yang asli
Saat mengadukan masalah, tentu pihak terkait ingin mengetahui apakah akun ini asli atau spam. Agar mendapat respon yang cepat dan baik, pastikan Anda mengisi bagian profil dengan benar.
3. Gunakan foto sebagai ilustrasi
Foto bernilai seribu kata benar adanya. Jika kata-kata tidak cukup mewakili, gunakan foto. Tak perlu banyak kata-kata, foto akan mewakili apa yang sedang Anda alami. Ini bisa berlaku pada banyak masalah mulai dari kehilangan bagasi hingga kamar hotel yang jorok.
Dengan adanya foto, tingkat kebenaran dari keluhan Andapun jadi makin tinggi. Jika mereka merasa foto Anda bisa menurunkan pamor instansi terkait, mereka akan dengan cepat menyelesaikan masalah. Tapi ingat, jangan mengada-ada jika tidak ingin masalah berbalik pada Anda.
4. Jika yang diadukan tak punya Twitter, adukan ke instansi terkait
Jika kebetulan Anda mengeluhkan suatu instansi seperti hotel atau maskapai yang tidak punya atau tidak aktif di Twitter, kirim ke instansi yang masih berhubungan. Jika ingin mengadukan masalah maskapai, kirim ke akun bandara terkait.
Begitu juga jika ingin mengadukan masalah hotel yang tidak punya Twitter. Anda tetap bisa mengirim keluhan ke Twitter dinas pariwisata kota tersebut. Sehingga, masalah Anda sampai ke sasaran yang tepat.
(shf/aff)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi