6 Tips Penting Sebelum Berburu Street Food

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Street Food

6 Tips Penting Sebelum Berburu Street Food

Dewi Kania - detikTravel
Kamis, 02 Jan 2014 07:50 WIB
6 Tips Penting Sebelum Berburu Street Food
(Thinkstock)
Jakarta - Di sela-sela mendatangi berbagai objek wisata di sebuah destinasi, tak lupa traveler selalu berburu street food yang khas. Nah, lima tips penting ini wajib Anda tahu agar urusan jajan makanan tidak mengacaukan liburan.

Kalau bingung mau makan dimana, traveler biasanya mampir ke pusat jajanan kuliner yang ada. Traveler harus teliti dan hati-hati memilih street food yang ada. Disusun detikTravel, Kamis (2/1/2014) inilah 6 tips sebelum Anda berburu street food:

1. Cek harga makanan

(Thinkstock)
Ini hal pertama yang harus Anda perhatikan. Makanan enak dan harganya murah itu sangat memuaskan. Tapi kalau sebaliknya, pasti Anda langsung menyesal. Tampilan warung dan sajian makanan kadangkala bukan jaminan murah dan enak.

Agar kantung tidak jebol, cek dulu harga makanan yang mau dibeli. Tanya penjualnya atau lihat harga makanan yang dipajang di papan.

2. Kalau ramai, biasanya enak

(Thinkstock)
Di tempat yang baru, wisatawan kadang tidak tahu mana makanan yang enak. Atau, di dalam satu kawasan, para pedagang menjual makanan yang sama. Yang mana yang enak? Salah satu indikator yang mudah adalah jumlah pembeli.

Kalau tempat makan itu banyak antrean pembeli yang hilir mudik, biasanya enak. Kalau tempatnya sepi, bisa jadi kurang enak atau mahal. Satu hal lagi, tanyakan ke orang sekitar soal rekomendasi jajanan di situ.

3. Higienis itu penting

(Thinkstock)
Santapan yang higienis menjadi pengaruh paling penting bagi pencernaan. Walaupun kelihatan ramai dan ngehits di kota itu, kebersihan makanan belum tentu terjamin. Untuk tahu soal ini mudah saja. Lihat dulu tampilan warung yang bersih dari luar.

Nah, jika street food gerobak, lihat pula kebersihan gerobaknya. Pilih lokasi warung yang jauh dari TPA sampah atau selokan, meski kelihatan ramai pengunjung. Jangan lupa juga lap dulu alat makan dengan tissue agar makin bersih.

4. Tanya bahan makanan

(Thinkstock)
Pertama kali memesan makanan yang Anda inginkan, jangan lupa tanyakan dulu bahan makanan yang diolah sebelum disantap. Seperti halal atau tidaknya makanan itu, juga apakah makanan tersebut mengandung bahan yang membuat Anda alergi, seperti seafood. Hindari juga melahap makanan yang terlalu banyak vetsin meskipun lezat rasanya.

5. Jangan kebanyakan memesan

(Thinkstock)
Rata-rata traveler suka tergiur dengan rupa kuliner yang maknyus. Saking tergodanya, sampai-sampai mereka lupa diri lalu memesan porsi yang banyak. Padahal setelah dicoba, belum tentu mereka benar-benar suka.

Ada penjual yang membolehkan pengunjung mencicipi terlebih dulu contoh makanan sebelum dipesan. Atau, Anda bisa bertanya seberapa besar porsi yang dihidangkan. Kalau dirasa itu kebanyakan, sebaiknya pesanlah dalam porsi setengah agar tak mubazir.

6. Jangan takut mencoba makanan baru

(Thinkstock)
Saat pelesiran ke luar negeri atau daerah yang benar-benar baru, sebagian besar makanan di sana rasanya tak seenak yang biasa Anda makan tiap hari. Tapi jangan takut mencoba. Justru lidah Anda ditantang menyantap makanan itu. Apalagi kalau Anda orangnya mudah penasaran.

Terkadang santapan aneh atau menjijikkan seperti serangga, rasanya ternyata sangat unik. Kemudian kalau Anda menemui makanan berat yang rasanya serba asam atau terlalu manis, jangan takut melahapnya. Makanan adalah cara untuk menambah pengalaman baru dan mengenal lebih dalam budaya setempat lewat kuliner. Selamat jajan!
Halaman 2 dari 7
Ini hal pertama yang harus Anda perhatikan. Makanan enak dan harganya murah itu sangat memuaskan. Tapi kalau sebaliknya, pasti Anda langsung menyesal. Tampilan warung dan sajian makanan kadangkala bukan jaminan murah dan enak.

Agar kantung tidak jebol, cek dulu harga makanan yang mau dibeli. Tanya penjualnya atau lihat harga makanan yang dipajang di papan.

Di tempat yang baru, wisatawan kadang tidak tahu mana makanan yang enak. Atau, di dalam satu kawasan, para pedagang menjual makanan yang sama. Yang mana yang enak? Salah satu indikator yang mudah adalah jumlah pembeli.

Kalau tempat makan itu banyak antrean pembeli yang hilir mudik, biasanya enak. Kalau tempatnya sepi, bisa jadi kurang enak atau mahal. Satu hal lagi, tanyakan ke orang sekitar soal rekomendasi jajanan di situ.

Santapan yang higienis menjadi pengaruh paling penting bagi pencernaan. Walaupun kelihatan ramai dan ngehits di kota itu, kebersihan makanan belum tentu terjamin. Untuk tahu soal ini mudah saja. Lihat dulu tampilan warung yang bersih dari luar.

Nah, jika street food gerobak, lihat pula kebersihan gerobaknya. Pilih lokasi warung yang jauh dari TPA sampah atau selokan, meski kelihatan ramai pengunjung. Jangan lupa juga lap dulu alat makan dengan tissue agar makin bersih.

Pertama kali memesan makanan yang Anda inginkan, jangan lupa tanyakan dulu bahan makanan yang diolah sebelum disantap. Seperti halal atau tidaknya makanan itu, juga apakah makanan tersebut mengandung bahan yang membuat Anda alergi, seperti seafood. Hindari juga melahap makanan yang terlalu banyak vetsin meskipun lezat rasanya.

Rata-rata traveler suka tergiur dengan rupa kuliner yang maknyus. Saking tergodanya, sampai-sampai mereka lupa diri lalu memesan porsi yang banyak. Padahal setelah dicoba, belum tentu mereka benar-benar suka.

Ada penjual yang membolehkan pengunjung mencicipi terlebih dulu contoh makanan sebelum dipesan. Atau, Anda bisa bertanya seberapa besar porsi yang dihidangkan. Kalau dirasa itu kebanyakan, sebaiknya pesanlah dalam porsi setengah agar tak mubazir.

Saat pelesiran ke luar negeri atau daerah yang benar-benar baru, sebagian besar makanan di sana rasanya tak seenak yang biasa Anda makan tiap hari. Tapi jangan takut mencoba. Justru lidah Anda ditantang menyantap makanan itu. Apalagi kalau Anda orangnya mudah penasaran.

Terkadang santapan aneh atau menjijikkan seperti serangga, rasanya ternyata sangat unik. Kemudian kalau Anda menemui makanan berat yang rasanya serba asam atau terlalu manis, jangan takut melahapnya. Makanan adalah cara untuk menambah pengalaman baru dan mengenal lebih dalam budaya setempat lewat kuliner. Selamat jajan!

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads