Jakarta -
Ada banyak kebiasaan traveling yang harus Anda ikuti demi bisa melancarkan liburan. Namun, ada juga 5 kebiasaan yang lebih baik dilanggar, justru demi mendapatkan liburan yang berkualitas.
Ditengok dari Huffington Post, Senin (6/1/2014), berikut 5 kebiasaan traveling yang sebaiknya Anda langgar:
1. Melihat panduan wisata
(Thinkstock)
|
Bayangkan siapa saja yang membeli buku panduan wisata, atau menengok situs panduan wisata. Ribuan atau malah jutaan orang akan mendapatkan informasi yang sama. Hasilnya, destinasi yang Anda datangi biasanya sudah dibanjiri turis.
Kini saatnya belajar mandiri dan menantang diri sendiri. Karena, masih banyak cara lain untuk mendapatkan informasi wisata selain dari panduan. Anda bisa bertanya pada penduduk lokal, atau teman yang sudah pernah ke sana. Informasi yang didapat pasti berbeda dan tentu lebih seru.
2. Ambil banyak foto
(Thinkstock)
|
Ada kebiasaan selagi liburan, untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya. Tak perlu lakukan itu, karena hanya akan merusak liburan Anda. Terlalu sibuk mengambil foto untuk dimasukkan ke media sosial, akan membuat Anda tak bisa menikmati destinasi.
Lempar jauh-jauh ponsel Anda. Nikmati pemandangan dan suasana indah yang tersaji. Ambil hanya beberapa foto yang Anda anggap mewakili liburan. Dijamin, liburan akan jadi lebih berkesan!
3. Jangan berbicara dengan orang asing
(Thinkstock)
|
Memang, ada saja orang asing yang jahat dan ingin menipu para turis. Tapi bukan berarti Anda menutup diri sepenuhnya dan tidak mau berbincang dengan siapapun saat liburan. Tak ada salahnya mencoba berteman dengan orang baru.
Namun, gunakan insting Anda. Jangan langsung berbicara dengan siapa saja. Anda bisa menilai dan menimbang apakah orang asing tersebut cukup aman untuk diajak berbicara. Ada tantangan, ada hasil menyenangkan yang akan didapat.
4. Packing ringkas
(Thinkstock)
|
Tidak semua orang memiliki perlengkapan yang sedikit dan mudah dibawa. Jangan termakan pendapat orang lain yang bangga dengan bawaan yang sedikit. Bawalah sesuai kebutuhan jika tidak ingin liburan Anda jadi repot, walau artinya membawa barang sedikit lebih banyak.
Tapi, jangan lupa juga sisakan tempat kosong untuk membawa oleh-oleh. Tak mau kan repot membawa banyak kantong saat pulang?
5. Ajak teman untuk liburan
(Thinkstock)
|
Kebanyakan orangtua berkata, ajak teman untuk liburan agar tidak sendiri dan lebih aman. Memang, hal ini ada benarnya juga. Dengan pergi bersama teman, keadaan darurat jadi lebih mudah dilalui.
Namun, tidak semua tempat cocok didatangi bersama teman. Ada pula tempat-tempat yang lebih pas didatangi sendiri. Jadi, tak ada salahnya liburan sendiri dan tantang kemampuan untuk bertahan di tempat asing seorang diri.
Bayangkan siapa saja yang membeli buku panduan wisata, atau menengok situs panduan wisata. Ribuan atau malah jutaan orang akan mendapatkan informasi yang sama. Hasilnya, destinasi yang Anda datangi biasanya sudah dibanjiri turis.
Kini saatnya belajar mandiri dan menantang diri sendiri. Karena, masih banyak cara lain untuk mendapatkan informasi wisata selain dari panduan. Anda bisa bertanya pada penduduk lokal, atau teman yang sudah pernah ke sana. Informasi yang didapat pasti berbeda dan tentu lebih seru.
Ada kebiasaan selagi liburan, untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya. Tak perlu lakukan itu, karena hanya akan merusak liburan Anda. Terlalu sibuk mengambil foto untuk dimasukkan ke media sosial, akan membuat Anda tak bisa menikmati destinasi.
Lempar jauh-jauh ponsel Anda. Nikmati pemandangan dan suasana indah yang tersaji. Ambil hanya beberapa foto yang Anda anggap mewakili liburan. Dijamin, liburan akan jadi lebih berkesan!
Memang, ada saja orang asing yang jahat dan ingin menipu para turis. Tapi bukan berarti Anda menutup diri sepenuhnya dan tidak mau berbincang dengan siapapun saat liburan. Tak ada salahnya mencoba berteman dengan orang baru.
Namun, gunakan insting Anda. Jangan langsung berbicara dengan siapa saja. Anda bisa menilai dan menimbang apakah orang asing tersebut cukup aman untuk diajak berbicara. Ada tantangan, ada hasil menyenangkan yang akan didapat.
Tidak semua orang memiliki perlengkapan yang sedikit dan mudah dibawa. Jangan termakan pendapat orang lain yang bangga dengan bawaan yang sedikit. Bawalah sesuai kebutuhan jika tidak ingin liburan Anda jadi repot, walau artinya membawa barang sedikit lebih banyak.
Tapi, jangan lupa juga sisakan tempat kosong untuk membawa oleh-oleh. Tak mau kan repot membawa banyak kantong saat pulang?
Kebanyakan orangtua berkata, ajak teman untuk liburan agar tidak sendiri dan lebih aman. Memang, hal ini ada benarnya juga. Dengan pergi bersama teman, keadaan darurat jadi lebih mudah dilalui.
Namun, tidak semua tempat cocok didatangi bersama teman. Ada pula tempat-tempat yang lebih pas didatangi sendiri. Jadi, tak ada salahnya liburan sendiri dan tantang kemampuan untuk bertahan di tempat asing seorang diri.
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Kopitiam dan Rahasia Budaya Ngopi Warga Singapura, Ada Kopi O dan Kopi C