Bangunan-bangunan super gede, punya arsitektur yang atraktif dan detil yang rumit. Dari bandara super luas, stasiun kereta 20 peron hingga taman kota modern atau bangunan bersejarah dan kuno. Semua menarik di depan lensa, saat sepi atau sedang ramai.
Persoalannya, bagi yang datang sebagai traveler tanpa persiapan matang, berdiri di depan bangunan-bangunan megastruktur tersebut membuat serba salah. Mau motret keseluruhan tetapi susah. Hendak mengambil yang detail, namun sangat ramai oleh pengunjung, belum lagi faktor cuaca.
Dengan segala keterbatasan, bukan berarti membuat gentar. Sebaliknya, semakin tertantang. detikTravel, Jumat (4/4/2013) menghimpun 6 tips untuk memotret bangunan super gede:
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
1. Lakukan riset singkat sebelumnya
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Sebab, pengaruh cahaya matahari sangat berdampak besar pada hasil foto, khususnya jatuhnya bayangan. Misalnya foto Colloseum di Roma. Dari riset diketahui, lantai paling atas adalah lokasi favorit untuk memfoto arena gladiator. Jadi, kita juga harus mendapatkannya.
1. Lakukan riset singkat sebelumnya
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Sebab, pengaruh cahaya matahari sangat berdampak besar pada hasil foto, khususnya jatuhnya bayangan. Misalnya foto Colloseum di Roma. Dari riset diketahui, lantai paling atas adalah lokasi favorit untuk memfoto arena gladiator. Jadi, kita juga harus mendapatkannya.
2. Pikirkan spot terbaik
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Kalau itu susah, cara lain adalah mencari spot terbaik untuk menangkap karakter bangunan yang paling maksimal. Jendela Bandara Suvarnabhumi, Thailand, jika difoto dari samping bisa tampak seperti lorong waktu atau jaring laba-laba?
2. Pikirkan spot terbaik
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Kalau itu susah, cara lain adalah mencari spot terbaik untuk menangkap karakter bangunan yang paling maksimal. Jendela Bandara Suvarnabhumi, Thailand, jika difoto dari samping bisa tampak seperti lorong waktu atau jaring laba-laba?
3. Jangan buru-buru
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Menara Eiffel misalnya, banyak turis yang berfoto dari arah Taman Champs de Mars. Tapi kalau Anda mau sedikit bersabar, jalan saja ke ujung taman arah Militarie de Ecole. Ada sebuah monumen dimana Anda bisa melakukan teknik framing dengan objek utama Menara Eiffel seperti contoh foto ini. Foto Eiffel Anda pun tidak pasaran.
3. Jangan buru-buru
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Menara Eiffel misalnya, banyak turis yang berfoto dari arah Taman Champs de Mars. Tapi kalau Anda mau sedikit bersabar, jalan saja ke ujung taman arah Militarie de Ecole. Ada sebuah monumen dimana Anda bisa melakukan teknik framing dengan objek utama Menara Eiffel seperti contoh foto ini. Foto Eiffel Anda pun tidak pasaran.
4. Siapkan lensa lebar
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Foto di atas adalah lobi Museum Louvre yang beratapkan piramida kaca. Lobi ini memiliki struktur yang rumit nan luas namun spot pemotretan terbatas. Hal ini membuat bagian bawah piramida Museum Louvre ini tidak mampu memberi gambaran sebenarnya.
4. Siapkan lensa lebar
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Foto di atas adalah lobi Museum Louvre yang beratapkan piramida kaca. Lobi ini memiliki struktur yang rumit nan luas namun spot pemotretan terbatas. Hal ini membuat bagian bawah piramida Museum Louvre ini tidak mampu memberi gambaran sebenarnya.
5. Bermain persepsi dan ilusi visual
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Dapat juga dengan membandingkan dengan sesuatu untuk mengontrol persepsi pembaca. Misalkan membandingkan satu orang yang sedang berdiri sendirian dibawah bangunan megastruktur yang biasanya di buat sangat teliti. Tujuannya supaya menghasilkan 'wow effect' tak berkesudahan.
Bila masih ada waktu, bisa diulangi lagi pada malam hari. Tiada lain untuk memotret suasana malam dan lampu kota di bangunan tersebut. Permainan speed lambat atau long exposure sangat tepat dilakukan. Syaratnya cukup membawa tripod supaya gambar stabil.
5. Bermain persepsi dan ilusi visual
|
(Ari Saputra/detikTravel)
|
Dapat juga dengan membandingkan dengan sesuatu untuk mengontrol persepsi pembaca. Misalkan membandingkan satu orang yang sedang berdiri sendirian dibawah bangunan megastruktur yang biasanya di buat sangat teliti. Tujuannya supaya menghasilkan 'wow effect' tak berkesudahan.
Bila masih ada waktu, bisa diulangi lagi pada malam hari. Tiada lain untuk memotret suasana malam dan lampu kota di bangunan tersebut. Permainan speed lambat atau long exposure sangat tepat dilakukan. Syaratnya cukup membawa tripod supaya gambar stabil.
6. Cari posisi tinggi
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Ini adalah foto Stasiun Berlin Hauptbahnhof, yang unik karena punya jalur kereta utara-selatan dan barat-timur sekaligus, namun beda lantai. Dengan posisi tinggi, kita bisa mendapatkan kereta barat-timur yang melintas di lantai atas, dan mendapatkan gambar jalur kereta utara-selatan di lantai paling bawah.
6. Cari posisi tinggi
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Ini adalah foto Stasiun Berlin Hauptbahnhof, yang unik karena punya jalur kereta utara-selatan dan barat-timur sekaligus, namun beda lantai. Dengan posisi tinggi, kita bisa mendapatkan kereta barat-timur yang melintas di lantai atas, dan mendapatkan gambar jalur kereta utara-selatan di lantai paling bawah.
Halaman 2 dari 14












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun