Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 10:41 WIB

TRAVEL-TIPS

Mendaki Ciremai via Linggarjati, Simak 10 Hal Penting ini!

Gunung Ciremai
Foto: Gema Bayu Samudra/d'Traveler
Jakarta -

Sebelum mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati kamu perlu tahu tentang cara daftar, hingga estimasi waktu pendakian. Simak 10 hal penting ini ya!

Gunung Ciremai di Jawa Barat memiliki jalur yang cukup menantang. Termasuk, melalui jalur Linggarjati.

Untuk mendaki Gunung Ciremai, traveler diimbau mengikuti sejumlah prosedur, juga harus memiliki kesiapan fisik dan mental.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui sebelum mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati:

1. Cara Daftar

Mendaki Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 meter di bawah permukaan laut (Mdpl) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini memberlakukan pendaftaran secara daring, akses pendaftaran bisa langsung ke website resmi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) www.tngciremai.com. Setelah masuk, bisa klik pendakian gunung lalu booking pendakian.

2. Latihan Fisik dan Mental

Selain Gunung tertinggi di Jawa Barat, jalur Linggarjati merupakan jalur terberat dan terpendek. Maka dari itu perlu persiapan fisik dan mental secara matang. Tidak main-main bahwa pendakian membutuhkan waktu belasan jam.

3. Membawa Peralatan dan Cadangannya

Peralatan pendakian yang standar perlu dilengkapi, karena hal ini menyangkut keamanan saat pendakian. Memastikan kompor bisa berfungsi atau lebih baik membawa cadangannya. Membawa sepatu/sendal cadangan, membawa senter dan cadangan batre, membawa jarum dan benang untuk menjahit apabila carrier tiba-tiba jebol.

4. Mendaki Bersama Orang yang Berpengalaman

Bukan hal umum, selain peralatan dan pendakian yang perlu dilengkapi bahwa selama pendakian juga butuh orang yang berpengalaman. Orang yang sudah pernah atau sering naik gunung. Ini menghindari tersesat dijalan atau hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Mengukur Kebutuhan Air

Pada pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati, sumber air hanya ada di Pos Cibunar atau pos pertama setelah basecamp. Jadi perlu gunakan air seperlunya, perlu mengukur kebutuhan air seperti untuk mendaki sampai tempat camp, memasak, pendakian sampai puncak dan untuk turun.

6. Tempat Mendirikan Kemah

Biasanya pendaki mendirikan kemah di Pos Sanggabuana pada ketinggian 2.400 Mdpl. Bisa di pos sebelumnya di Pos Pangalap dan Pos Batu Lingga, tidak disarankan camp di Pos Pangasinan (2.800 Mdpl) karena areanya yang terbuka dan rawan badai.

7. Estimasi Pendakian

Total waktu pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati sekitar 12-14 jam. Dengan rincian sebagai berikut:

Basecamp-Pos Cibunar= 40 menitÂ

Pos Cibunar- Pos Leuweung Datar= 50 menit

Pos Leuweung Datar-Pos Kondang Amis= 30 menit

Pos Kondang Amis- Pos Kuburan Kuda= 2-3 jam

Pos Kuburan Kuda-Pos Pangalap= 1,5-2 jam

Pos Pangalap-Pos Tanjakan Seruni= 1,5-2 jam

Pos Tanjakan Seruni-Pos Bapa Tere= 2 jam

Pos Bapa Tere-Pos Batu Lingga= 1 jam

Pos Batu Lingga- Pos Sanggabuana 1= 2 jam

Pos Sanggabuana 1-Pos Sanggabuana 2= 15-30 menit

Pos Sanggabuana 2-Pos Pangasinan= 40-60 menit

Pos Pangasinan-Puncak Ciremai=40-60 menit

8. Protokol Keselamatan dan Kesehatan

Hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan pendakian perlu diprioritaskan dan yang tak kalah penting saat masa pandemi ini tetap ketat menjalankan protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak dengan pendaki yang lain dan tenda kapasitas 4 untuk 2 orang.

9. Mempersingkat Waktu ke Pos Cibunar

Kamu bisa menggunakan kendaraan seperti pick up dan angkot langsung menuju Pos Cibunar, lumayan menghemat tenaga dan waktu. Tapi saat menuju Pos Cibunar, terlebih dahulu untuk mendaftar pendakian di basecamp. Harga SIMAKSIÂ (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) Rp 50.000 dan bawa surat keterangan sehat.

10. Membawa Sampah

Sudah kewajiban pendaki membawa sampah kembali, bukan karena aturan dari pihak TNGC saat pulang harus menyerahkan sampah ke petugas di basecamp, tapi karena harus menjaga alam biar tetap lestari.

***

Artikel merupakan kiriman pembaca detik.com dan telah ditayangkan dalam rubrik d'traveler. detikers juga bisa mengirimkan artikel dan foto traveling lewat sini.



Simak Video "Macan di TNGC Turun ke Kebun, Imbas Ledakan 'Mother of Satan'?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA