Meski sedikit kecewa karena target tidak dapat terpenuhi, tapi akhirnya dapat terhibur dengan menikmati Monumen Simpang Lima Gumul di pinggiran Kota Kediri, bangunan yang sekilas seperti monumen di Paris Prancis. Selain itu, dengan ditemani angin kencang, membuat kekecewaan tadi siang terbang. Kemudian semakin sore, lampu-lampu mulai dinyalakan, sebagai pertanda matahari mulai terbenam, dan menjadi petunjuk agar kami segera pulang. Ah, ternyata kita terlalu sore pulang, sehingga tak ada angkutan yang bisa membawa kami kembali ke Kota Kediri, terpaksa harus mengandalkan kaki lagi untuk membawa kami kembali. Syukur, di tengah jalan ada angkot kosong yang melintas, dan akhirnya bersedia mengantar kami, meskipun harganya menjadi lebih mahal.
Setelah kembali ke Kota Kediri, kemudian selanjutnya adalah perburuan penginapan, seperti biasa kami melakukannya dengan berjalan kaki, dengan modal tanya sana-sini, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Hotel Jawa dekat Stasiun Kediri, pertama masuk suasana jawa benar-benar terasa, meskipun dari luar tampak rak layak, karena sedang direnovasi. Hal yang membuat kaget adalah harga per malamnya untuk kamar ekonomi hanya 50 ribu saja. Sontak saja senyum kami mengembang dan langsung beristirahat sebentar, sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan malam dimulai dengan menyusuri Jalan Dhoho yang merupakan pusat Kota Kediri, disana susana-nya memang ramai, kalau partner in crime-ku bilang, Jl. Dhoho seperti Dago-nya Kediri. Kemudian perjalanan menyusuri Jalan Dhoho diakhiri di Aloon-aloon Kediri, sebelum akhirnya harus putar balik kembali ke penginapan. Ya, olahraga malam yang cukup membuat kaki kuat itu berakhir diranjang besi, dan kamar bersuasana Jawa.
Pelajaran hari kedua:
Persiapkan surat menyurat lebih awal untuk βmenghabiskanβ masalah birokrasi.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong