Bila dilihat sekilas, bangunan ini memang unik. Dari jauh memandang, bangunan religius yang bernama Lotus Temple ini tampak bagai teratai raksasa dengan keagungan angka 9.
Ya, bangunan yang bernama asli Baha'i House of Worship ini memang terlihat unik dan dirancang dengan seksama. Semua unsur di sana berujung pada angka 9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu baru satu angka 9. Coba perhatikan lagi kalau 3 baris kelopak yang tiap barisnya ada 9 kelopak itu dikalikan, berarti ada 27 kelopak bunga. Nah, 2 ditambah 7 kan hasilnya 9," jelas Dashrath.
Tidak sampai disitu, Dashrath juga menjelaskan kalau ada 9 kolam di sekitar bangunan ini. "Tinggi bangunan ini 45 meter, 4 tambah 5 hasilnya 9 lagi," imbuhnya.
Keagungan angka 9 itu menurut Dashrath dipilih oleh penganut keyakinan Baha'i dikarenakan 9 mewakili banyak hal. Mulai dari jumlah lubang di tubuh manusia hingga kenyataan bahwa 9 adalah angka terbesar di antara bilangan 0-9.
"Ini sebenarnya kuil Baha'i. Kepercayaan Baha'i sangat terbuka pada semua agama, jadi tiap pengunjung boleh melakukan ibadah agamanya masing-masing di kuil mereka," jelas Dashrath.
Menurut kepercayaan Baha'i ini, keyakinan akan adanya Tuhan tidaklah harus dipersempit oleh suatu kotak agama. Menurut mereka sebuah ritual keagamaan pun tidak perlu dilakukan.
Lotus Temple mudah dicapai oleh pengunjung dan wisatawan. Letaknya masih berada di tengah kota New Delhi dan bisa dicapai dari stasiun kereta bawah tanah Metro Kalkaji Mandir atau stasiun kereta Okhla. Kemudian dari kedua tempat itu, tinggal berjalan kaki sekitar 400 meter saja.
Arsitek Lotus Temple adalah seorang keturunan Iran yang tinggal di Kanada. Bangunan ini telah banyak mendapatkan penghargaan arsitektur kelas dunia setelah selesai dibangun pada tahun 1986 silam.
Syubhan Akib - detikOto
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib