Seks dan Kematian di Museum Kontroversial di Australia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seks dan Kematian di Museum Kontroversial di Australia

- detikTravel
Senin, 09 Jan 2012 13:31 WIB
Australia, Tasmania, Hobart - Museum of Old and New Art (MONA) di Hobart, Tasmania, Australia menjadi kontroversi karena display bertema seks dan kematian. Namun, keberadaan ruangan ini telah menempatkan MONA sebagai magnet utama pariwisata.

Museum megah yang berada di pinggir Sungai Derwent ini kepunyaan seorang filantropis yang eksentrik bernama David Walsh. Seperti dilansir Sydney Morning Herald (7/1/2012), museum yang baru dibuka tahun lalu ini telah mendatangkan sekitar 330 ribu turis.

Karya seni bertema seks dan kematian memenuhi 'sex and death section', ditambah satu dinding penuh oleh patung porselen berbentuk vagina. Ada pula sebuah mesin bernama 'Cloaca' yang menunjukkan sistem pencernaan manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unsur seni sangat kentara lewat material antik dan koin-koin langka sebagai kerangkanya. Jika ditotal, semua karya seni di museum ini seharga lebih dari AUS$ 100 juta atau sekitar Rp 900 miliar!

Anda termasuk orang yang beruntung jika mengunjungi MONA dalam 3 bulan ke depan. Dalam jangka waktu tersebut, museum ini kedatangan seorang pekerja seni asal Belgia bernama Wim Belvoye.

Belvoye memamerkan beberapa karyanya di museum ini. Beberapa karyanya masuk dalam 'sex and death section', seperti gambar pasangan yang sedang berhubungan badan dalam bentuk sinar X. Selain itu, ada pula truk gothic yang terbuat dari besi, pajangan tato yang dipahat pada kulit babi, serta seorang manusia bertato yang tubuhnya dijual sebagai karya seni!

Tim Steiner, atau biasa dipanggil 'Tattoed Tim' duduk di ruang pajangan sepanjang hari agar Anda bisa melihat langsung tato di punggungnya. Ketika meninggal nanti, ia akan dikuliti dan bagian tubuh bertatonya itu akan dipajang di pigura. Ya ampun!
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads