Dalam lawatan 23-25 April 2012, 10 anggota Komisi I DPR ini sudah terpergok belanja oleh para mahasiswa Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Istimewa, Berlin, di pertokoan ternama ibukota Jerman itu. Tempat itu adalah pertokoan paling mahal dan mewah, yang tersohor di seantero negeri. Yuk kita lihat profilnya.
Nama lengkapnya Kaufhaus des Westens, tapi orang Berlin menyebutnya simpel saja: KaDeWe. Sesuai namanya yang berarti Departement Store of The West, KaDeWe mengklaim sebagai pusat perbelanjaan paling mewah di Jerman. Umur departement store ini sudah 107 tahun!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KaDeWe dikunjungi 40.000-50.000 orang setiap hari, termasuk para anggota dewan dari Indonesia kali ini. KaDeWe adalah rumah belanja terbesar kedua di Eropa setelah Harrods di London.
Saat berbelanja di dalamnya, wah, dijamin para wakil rakyat kita bersama para wisatawan lain akan bergelimang barang bermerk dan berkualitas tinggi. Aneka produk Louis Vuitton, Dior, Gucci, Chanel, Bulgari, Cartier, Montblanc dan masih banyak merek lain, bertebaran di KaDeWe. Bahkan bisa dibilang, semua merek barang branded dijual di KaDeWe.
Silakan coba jaket kulit Rihanna for Armani seharga 749 Euro (Rp 8,9 juta) atau dari Paule Ka seharga 1.039 Euro (Rp 12,5 juta). Untuk perempuan penggemar fashion ada baju dari rumah mode Jill Sander 1.090 Euro (Rp 13 juta) atau sepatu high heels Boss 399 Euro (Rp 4,8 juta).
Nah untuk aksesoris, ada tas pesta Lancel 720 Euro (Rp 8,6 juta) atau kacamata hitam Tom Ford 265 Euro (Rp 3,1 juta). Oh ya jangan lupa parfum, Hugo Boss punya aneka pilihan parfum 50 ml seharga 110 Euro (Rp 1,3 juta). Wow!
Lelah berbelanja barang mewah ini, silakan melipir ke atap KaDeWe. Ada Winter Garden, restoran di puncak gedung dengan atap full terbuat dari kaca. Kita bisa mengisi perut sambil menikmati pemandangan Berlin. Benar-benar mewah!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?