Hari itu saya mendapat kesempatan untuk menjelajah Madura dari Bangkalan hingga Sumenep dan juga pulau kecil sebelah timur Sumenep bernama Pulau Puteran. Saya sampai di Sumenep sekitar pukul 03.30 dan langsung merapat ke pelabuhan Kalianget untuk menunggu kapal penyebrangan menuju Talango di Pulau Puteran.
Tidak seperti di Pelabuhan Tanjung Perak ataupun Pelabuhan Kamal yang banyak kapal-kapal besar bertenggeran di pinggir pantai, di Pelabuhan Kalianget ini hanya terdapat 2 kapal ferry atau masyarakat sekitar menyebutnya perahu tongkang, yang dua perahu tersebut berlabuh secara bergantian. Jadi dua perahu tersebut tak pernah berlabuh pada pelabuhan yang sama. Karena waktu itu masih sangat pagi, maka saya harus menunggu selama satu jam untuk bisa menyebrang dengan perahu tongkang yang masih menunggu penuhnya penumpang dari Pelabuhan Talango.
Sambil menunggu perahu tongkang berlabuh di Kalianget, saya menemukan moment fajar yang menakjubkan diatas Talango. Semburat warna jingga melebur dengan biru gelap langit menghasilkan perpaduan warna fajar yang sempurna. Ditambah dengan air laut selat Talango yang membuat garis horizon pantai bak cermin yang membuat fajar semakin hidup ketika matahari beranjak naik. Cantik!!
Sekitar pukul 04.30, perahu tongkang pun berlabuh dan saya bergegas naik. Hanya dengan membayar Rp. 2000/ orang, saya sudah bisa menikmati penyebrangan singkat nan menakjubkan di atas selat Talango pagi itu.
Sesampainya di pelabuhan Talango, matahari pun masih malu untuk menampakkan wajah cerahnya karena hanya perlu waktu 10 menit saja dari Kalianget hingga Sampai di Talango.
Saya merasa beruntung dapat menemukan moment indah di pulau ujung Madura dengan nama pelabuhannya yang unik bernama Talango.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Viral, Rumah Jokowi Ditandai Sebagai 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps