Tak Usah ke Paris, 'Arc de Triomphe' Ada di Kediri
Rizki Ramadan - detikTravel
Rabu, 26 Feb 2014 11:20 WIB
Jakarta - Salah satu landmark Kota Paris, Prancis adalah monumen Arc de Triomphe. Tapi tak usah jauh-jauh ke sana untuk melihat monumen semacam itu. Di Simpang Lima Gumul, Kediri ada saingan Arc de Triomphe. Nggak kalah keren lho!Tujuan awal saya mampir ke Kota Kediri adalah untuk mengunjungi Simpang Lima Gumul yang pernah terlintas dalam cerita perjalanan yang pernah saya baca. Sampailah, ketika saya bertemu dengan Ilham, orang asli Kediri sehabis mendaki Bromo bersama, saya pun diajak untuk berkunjung ke kotanya.Singkat cerita, kami berangkat ke pusat kota dari rumah Ilham sehabis maghrib. Gerimis hujan halus turun menemani di perjalanan kami. Sekitar 30 menit, kami sampai di SLG (Simpang Lima Gumul). Untungnya, di sana belum gerimis. Di kejauhan, tampaklah kemegahan Monumen Gumul berdiri kokoh, berwarna hijau dan bercorak putih tulang.Kami pun memarkirkan kendaraan kami di parkiran yang berada di sisi lain yang tidak jauh dari monumen itu. Saya bertanya dalam diri saya, kenapa Ilham jauh sekali memakirkan sepeda motornya. Eh tidak tahunya, untuk menuju ke area Gumul, kita harus melewati terowongan yang menghubungkan tempat parkiran ke halaman SLG. Wah keren juga!Langsung muncul di benak saya, andai saja ada kereta bawah tanahnya juga. Seperti di luar negeri, banyak tempat wisata yang terkoneksi dengan transportasi umum seperti kereta. Ya, semoga saja.Berjarak sekitar 150 meter, keluarlah kami dari terowongan penghubung. Saya terpesona dengan karya seni monumen itu. Melihat segala penjuru tiap apa yang ada di sana. Bangunan itu tingginya sekitar 30 meter. Kami masuk di bawah monumen itu. Di bagian atas, rangka besi seperti kubah tepat berada di tengahnya.Ada pula peta wisata Kabupaten Kediri terpampang di salah satu dinding. Lift yang tidak berfungsi (digunakan ketika lantai dua dipakai). Lalu kami keluar lagi, duduk di teras yang ada di sana. Monumen ini dikelilingi pohon, lalu ada rantai sebagai pembatasnya, serta rumput hijau di halamannya. Berteraskan keramik, monumen ini disoroti lampu yang melengkapi monumen tersebut pada malam hari.Semakin malam, orang-orang mulai ramai berdatangan. Mengelilingi dan mengabadikan keindahan monumen itu. Di dindingnya, ada pahatan yang menggambarkan cerita masa lalu, mungkin mengenai Kerajaan Kediri. Ada empat pahatan gambar di setiap sisinya. Di tiap sisi ujungnya terdapat Patung Gajah.Kata Ilham, monumen tersebut dibangun di tahun 2003 tepatnya saat kami masih di bangku SMP) Biasanya, dijadikan tempat nongkrong anak-anak, orangtua, komunitas, dan perkumpulan.Di lantai atasnya ada ruang pertemuan. Tersedia pula Wifi gratis, namun saya tidak mencoba apakah itu bisa dipakai atau tidak. Ketika itu, saya sempat duduk di rantai besi yang menjadi pembatas, kemudian, penjaga menghampiri dan melarang saya untuk duduk di sana. Padahal saya lagi menikmati syahdunya malam berhadapan dengan Monumen Gumul.Itulah karya cipta khas Kabupaten Kediri yang bergayakan Eropa. Jadi tidak harus jauh-jauh ke Paris di Prancis, Arc de Triomphe pun bisa kita nikmati di Kediri sana.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun