Kata Siapa Air Terjun Pengantin Mengerikan?
Selasa, 08 Okt 2013 08:41 WIB
Dian Sispayani
Jakarta - Air Terjun Pengantin, menyebut namanya saja langsung teringat film horor. Padahal air terjun ini aslinya jauh dari kesan mengerikan. Datang dan buktikan sendiri, betapa indahnya Air Terjun Pengantin di Ngawi, Jatim.Ini cerita perjalanan kecil saya ketika liburan di Ngerambe, Ngawi. Perjalanan ini dimulai pukul 10.15 WIB pada hari Jumat pagi dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Ini adalah perjalanan singkat beberapa hari ke Ngawi. Kereta dari Stasiun Tugu datang tepat waktu.Di sinilah perjalanan kami dimulai. Kereta kami melintasi beberapa stasiun di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hingga akhirnya kami sampai di Stasiun Walikukun, Ngawi, Jawa Timur pukul 12.15 WIB.Kami dijemput oleh dua orang, lalu kami siap memulai perjalanan kecil. Kami istirahat sebentar di warung bakso, kemudian melanjutkan perjalanan dengan memakan duren di sekitar Pasar Ngerambe sekitar pukul 13.10 WIB.Duren yang kami makan seharga Rp 25 ribu per buah. Meski kurang memuaskan karena salah pilih, tapi tetap aja rasanya jos! Membuat suhu tubuh kami tambah panas, di tengah cuaca Ngerambe yang juga panas.Selang beberapa waktu akhirnya kami memutuskan beranjak menuju Air Terjun Pengantin. Konon katanya, Air Terjun Pengantin ini adalah salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Ngerambe.Dari pusat kota kami berjalan menuju sebuah desa di atas Gunung Lawu. Jarak yang kami tempuh lumayan jauh, dengan rute jalan yang berlika-liku. Tapi pemandangannya sangat indah, udaranya bersih, dan pohon-pohon di sekeliling membuat pikiran terasa tenang.Karena jalan yang dilalui agak berkelok-kelok, diharapkan bagi pengendara untuk berhati-hati, apalagi ketika musim hujan. Setelah beberapa lama perjalanan, akhirnya sampailah kami di taman pemandian Air Terjun Pengantin.Harga tiket masuk untuk orang dewasa sebesar Rp 2.500 dan harga parkirnya sebesar Rp 1.000. Pertama kali memasuki jalan menuju air terjun, kami disambut dengan sebuah monumen peresmian air terjun ini.Karena habis hujan, jalanan menuju air terjun menjadi becek. Sepatu yang kami gunakan tidak cocok untuk melewati jalanan yang penuh dengan lumpur dan air, licin, sempat beberapa kali tergelincir karena medannya yang cukup berat, jadi berhati-hatilah.Setelah melewati beberapa anak tangga, akhirnya sampailah kami di Air Terjun Pengantin. Wah! Airnya deras dan dingin. Rasa lelah terbayar sudah dengan melihat air terjun dan percikannya terhempas di tanah, sangat sejuk. Inilah berlibur murah dan menyenangkan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru