Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh

iffaliffa - detikTravel
Senin, 22 Jul 2013 09:20 WIB
sunset di 0 km
pantai di Iboih
selfpotrait
masjid raya Banda Aceh
Takengon city
Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh
Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh
Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh
Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh
Perjalanan 3 Hari untuk Selamanya di Aceh
Jakarta - Provinsi paling barat Indonesia, Aceh menawarkan pengalaman liburan yang tak bisa dilupakan begitu saja. Mulai dari perairan di Sabang hingga dataran tinggi Takengon, indahnya luar biasa.Kali ini saya tidak hanya mengunjungi Banda Aceh, saya dan teman-teman mengunjungi juga berkunjung ke Kota Takengon. Kota ini memiliki danau laut air tawar sebagai tempat wisata dan belum banyak dikunjungi oleh wisatawan.Kota Takengon memiliki suhu udara seperti puncak. Areanya memang dikelilingi oleh gunung dan lembah-lembah. Kedai kopi khas Aceh pun menggugah selera kami untuk mampir dan menghangatkan badan.Selain Takengon, kota yang meninggalkan ingatan tersendiri adalah Sabang. Pulau Sabang bisa dicapai sekitar 50 menit dari Banda Aceh. Pagi itu kapal yang kami tumpangi membelah lautan menuju pelabuhan di Kota Sabang.Seperti biasa, tenaga saya langsung naik seribu persen bila berada di laut atau pantai. Sepanjang perjalanan menuju penginapan, saya sibuk memotret hamparan laut di balik jendela angkot sewaan kami.Penginapan kami berada di Iboih. Setelah istirahat dan makan, kami menghabiskan waktu dengan snorkeling di Pulau Rubiah, salah satu spot snorkeling yang paling terkenal di Kota Sabang.Setelah puas berenang, kami mengejar sunset di 0 Km. Bayangkan, saya menginjak 0 Km bagian paling barat Indonesia! Wow! Selain bangga telah mengujungi ujung Indonesia, sunset di sana tidak kalah keren. Semburat jingga mentari menutup hari yang indah ini. Lukisan Yang Maha Kuasa memang luar biasa.Esok harinya saya mencoba diving, kegiatan yang paling saya takuti. Tapi akhirnya saya mencoba juga. Tiga hari dua malam di Aceh terasa sangat sebentar, ingin rasanya tinggal lebih lama. Saya akan kembali lagi suatu hari nanti. Semoga!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads