Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 14 Nov 2012 14:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Rambut Monte, dari Telaga Sampai Legenda Ikan Dewa

d'Traveler
Rambut Monte is a unique and inspiring natural asset in Blitar Regency
Rambut Monte is a unique and inspiring natural asset in Blitar Regency
I really just want to be warm yellow light that pours over blue... :)
I really just want to be warm yellow light that pours over blue... :)
Rooted in Gods Word
Rooted in God's Word
Emerald Blue Beauty of Rambut Monte
Emerald Blue Beauty of Rambut Monte
The God of the Lake
The God of the Lake
detikTravel Community - Selaras dengan romantisme sejarah yang ada, pesona alam Blitar seolah menyimpan ayat keindahan tersendiri. Salah satunya adalah Rambut Monte. Tidak hanya indah, destinasi ini juga berbalut kesan mistis sampai kehidupan ikan dewa. "...Blitar kutho cilik kang kawentarEdipeni Gunung Kelud sing ngayomiBlitar zaman Jepang nate gemparPeta brontak sing dipimpin Supriyadi..."Begitu lantunan lirik tembang Blitar Kawentar yang artinya "Blitar kota kecil yang tersohor. Keindahannya dilindungi Gunung Kelud. Saat zaman Jepang, pernah gempar oleh bentrokan PETA yang dipimpin Supriyadi."Menyulam sejarah Blitar, siapa yang tak kenal Bung Karno? Tentu Anda juga mengetahui kalau Blitar adalah tanah kelahiran sekaligus bumi di mana jasad Sang Proklamator dan presiden pertama Indonesia ini dimakamkan.Anda traveler penikmat sejarah? Pasti tahu kalau Empu Prapanca menyebutkan di Kitab Negarakertagama tentang keberadaan Kabupaten Blitar, yang merupakan daerah perbatasan antara Dhoho dengan Tumapel. Ya, Blitar terletak di selatan lereng salah satu gunung api strato yang masih aktif di Pulau Jawa, yaitu Gunung Kelud.Selaras dengan romantisme sejarah yang ada, pesona alam Blitar seolah menyimpan ayat keindahan tersendiri. Salah satunya adalah Rambut Monte.Rambut Monte merupakan sebuah kawasan wisata cagar budaya yang punya sebuah telaga, candi, dan petilasan atau tempat untuk bermeditasi. Letaknya di Desa Krisik, Kecamatan  Gandusari, Kabupaten Blitar. Jarak tempuh yang diperlukan sekitar 30 km dari jantung Kota Blitar.Untuk menuju ke Rambut Monte, Anda akan melewati wilayah Kebun Teh Bantaran. Rambu lalu lintas sangat jelas. Akses menuju lokasi wisata juga bagus. Ditambah dengan lika-liku jalanan berbukit dan hamparan padi di sepanjang jalan yang memanjakan mata, tentu bukan perjalanan yang membosankan.Tarif masuk Rambut Monte hanya Rp 5.000 per orang. Memasuki gerbang, nuansa alam sejuk dan hijaunya alam rindang menyambut saya. Ada sebuah candi di sini, tapi bukan candi besar.Bagian yang tersisa hanyalah kaki candi. Pada samping candi terdapat artefak Lingga Yoni yang merupakan lambang kesuburan. Menurut informasi dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Blitar, candi tersebut memiliki nilai historis Kerajaan Majapahit. Sayangnya sampai saat ini belum ada literatur lengkap yang mengulas tentang sejarahnya. Keunikan Rambut Monte adalah adanya mata air yang membentuk sebuah telaga. Airnya jernih. Seolah pepohonan bisa bercermin dan pantulannya membuat air tepian telaga berwarna hijau mengelilingi pusat mata airnya yang biru.Airnya benar-benar biru. Sempat tergoda untuk berenang, tapi karena adanya larangan untuk itu, saya pun mengurungkan niat. Telaga ini dihuni oleh ratusan ikan langka yang dikeramatkan oleh penduduk setempat, yaitu ikan Sengkaring. Mereka menyebutnya ikan dewa.Bukan tanpa alasan ikan itu dikeramatkan. Sepenggal cerita dari sang juru kunci Rambut Monte, Kaseno, konon menangkap ikan itu hanya mendatangkan kutukan dan malapetaka.Ikan disini jumlahnya tetap, tidak berkurang, dan tidak bertambah. Hmmm, apa iya? Bagaimana mungkin ikan-ikan ini masih bisa bertahan populasinya sampai sekarang jika tidak berkembang biak? Tentu saja, legenda ini boleh Anda percaya atau tidak.Lanjut cerita, ikan-ikan yang mendiami telaga ini adalah wujud dari murid Mbah Rambut Monte yang dikutuk karena tidak mentaati perintahnya. Entahlah, terlintas di benak saya kalau ini hanya cerita "medeni bocah" demi alasan pelestarian lingkungan hidup sehingga populasi dan habitat ikan tersebut tidak terganggu. Selebihnya, tetap menjadi kewajiban kita untuk mentaati larangan itu.Sajian alam Rambut Monte mampu memikat hingga banyak orang ramai yang mendatanginya, baik sekadar refreshing atau bermeditasi di sekitar petilasan. Seperti tersihir dalam birunya air, duduk di tepian telaga membuat saya betah berlama-lama di sini.Beberapa kali berkunjung, menurut saya waktu terbaik untuk menikmati pesona Rambut Monte adalah pada siang hari. Menjelang senja, keheningan terasa menebar aroma mistis. Namun fakta tidak bisa dipungkiri, galeri pesona Rambut Monte yang berbalut sentuhan spiritual ini mampu menyuguhkan wujud keindahan yang menyimpan amanat alam.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA