Jalan-jalan Seru Semarang-Solo 2 Hari 1 Malam
Jumat, 02 Mar 2012 12:31 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Sudah ada rencana menghabiskan liburan akhir pekan ini? Jika belum, backpacker ke Semarang-Solo 2 hari 1 malam pasti akan menarik. Agar perjalanan singkat Anda berkesan, ikuti jalur perjalanan berikut.Akhir pekan ini, tidak ada salahnya jika diisi dengan backpacker singkat ke luar kota. Salah satu kota yang bisa dikunjungi adalah Semarang-Solo untuk 2 hari 1 malam. Agar perjalanan singkat Anda berkesan, tidak ada salahnya untuk mengikuti rute perjalanan yang telah disusun detikTravel, Jumat (2/3/2012):Hari Ke-1:1. Mendarat di Bandara Ahmad Yani, SemarangKota pertama yang akan didatangi adalah Semarang. Untuk mendapatkan liburan yang puas dan berkesan, ada baiknya Anda mengambil penerbangan paling pagi di hari Sabtu menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang. Dengan penerbangan paling pagi, Anda bisa tiba lebih pagi dan lebih banyak waktu yang bisa dihabiskan di Kota Semarang.2. Sam Poo KongSetibanya di Semarang, perjalanan bisa langsung dilanjutkan ke Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng Sam Poo Kong tepat berada di Kota Semarang. Klenteng ini cukup unik karena awalnya berfungsi sebagai masjid. Namun, kelamaan berubah fungsi menjadi klenteng, ini juga didukung dari bentuk bangunan yang memang seperti klenteng. Di klenteng ini, pengunjung bisa melakukan ciam shie, kegiatan untuk melihat masa depan mereka. Dengan membakar dupa dan melempar kepingan "Im" dan "Yang" mereka bisa melihat keberuntungan apa yang bisa mereka dapatkan di masa depan. 3. Museum Kereta Api AmbarawaPerjalanan selanjutkan adalah menuju Museum Kereta Api Ambarawa di Jl Stasiun Ambarawa No 1, Ambarawa. Awalnya, tempat ini bukanlah museum, melainkan salah satu stasiun kereta api yang terkenal. Di museum ini, Anda bisa melihat kereta api uap dengan nomor lokomotif B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslinge. Kereta api uap yang bergerigi ini sangat unik. Bahkan hanya tiga negara saja yang masih mempunyai kereta api bergerigi ini, yaitu Indonesia, India, dan Swiss. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba kereta api bergerigi tersebut. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 50.000 per orang untuk perjalanan pergi dan pulang secara reguler. Namun, jika tidak sabar menunggu perjalanan reguler, penumpang juga bisa menyewa secara khusus dengan tarif Rp 3.250.000 hingga Rp 5.250.000. Selama perjalanan, Anda akan ditemani oleh pemandangan indah sepanjang perjalanan yang berupa panorama Gunung Unggaran dan Gunung Merbabu yang menjulang tinggi serta hamparan Rawa Pening di bagian bawahnya.4. Candi Gedong SongoDari Museum Kereta Api Ambarawa, lanjut ke Candi Gedong Songo pada sore harinya. Candi ini berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Candi, Ambarawa. Diberi nama Gedong Songo karena terdapat sembilan candi di kawasan ini. Lokasi kesembilan candi ini, akan memberikan pemandangan alam yang memanjakan mata Anda lewat hutan pinusnya.Lokasi candi yang berada di pegunungan, membuat udara sekitar cukup sejuk bahkan cenderung dingin. Di antara Candi Gedong III dan Gedong IV, Anda bisa menemukan kepunden gunung sebagai sumber air panas. Sumber air panas ini mengandung belerang yang cukup tinggi. Belerang yang cukup tinggi ini sedikit menebar bau menyengat. Pengunjung dapat mandi dan menghilangkan lelah di tempat pemandian air panas yang telah disiapkan. Lelah berjalan kaki, pengunjung bisa menyewa kuda yang telah disiapkan masyarakat sekitar, cukup dengan membayar Rp 50.000.5. Menginap di Hotel di SoloSore hari setelah puas menyusuri Semarang dan Ambarawa, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Kota Solo. Anda bisa menginap di penginapan sekitar Kota Solo.6. Makan malam di GalaboSetelah check-in di penginapan, saatnya menikmati suasana malam Kota Solo sambil santap malam di Galabo. Galabo atau Gladag Langen Boga adalah pusat jajanan terbesar di Kota Solo. Lokasinya di sebelah timur bundaran Gladag, tepatnya di Jalan Mayor Sunaryo di depan Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center. Galabo disediakan untuk wisatawan dan warga Solo, menikmati keindahan Solo di malam hari sambil menyantap makanan tradisionalnya. Di sini, Anda bisa menikmati menu makan malam sate kere dan cabuk rambak. Sate kere adalah sate sapi atau tempe gembus yang dimasak bacem, kemudian dibakar seperti sate. Sedangkan cabuk rambak adalah lontong yang dipotong tipis dan di susun di atas pincuk dari daun pisang, lengkap dengan kerupuk rambak. Makanan ini semakin lezat dengan adanya tambahan sambal khas terbuat dari wijen. Anda pun bisa kembali ke penginapan dalam kondisi perut kenyang.Hari Ke-2:1. MangkunegaranDi hari kedua setelah sarapan pagi, perjalanan bisa dilanjutkan ke Istana Mangkunegaran. Lokasinya berada di Jl Ronggowarsito, Kota Surakarta. Istana ini dibangun oleh Raden Mas Said atau Mangkunegoro I pada 13 Maret 1757. Yang membuat istana ini menarik adalah istana ini terbuat dari kayu jati utuh.Di Istana Mangkunegaran, Anda bisa masuk langsung ke dua bangunan utama. Bagian pertama adalah pendopo yang terdiri dari balairung utama, tempat untuk menerima tamu. Kemudian kunjungan dilanjutkan ke balairung utama atau dalem. Tempat ini dikelilingi oleh tempat tinggal para keluarga raja. Bagian timur disebut Bale Peni, digunakan sebagai tempat tinggal putri raja. Di bagian dalam istana juga terdapat perpustakaan Reksopustoko yang mengoleksi aneka naskah keagamaan dan filsafat yang ditulis dalam gaya tulisan Jawa.2. Pasar TriwinduNah, ini adalah salah satu tempat di Solo yang tidak boleh dilewatkan oleh para backpacker, terutama untuk Anda para pecinta barang antik, Pasar Triwindu. Pasar ini berlokasi di pusat Kota Solo, tepatnya di Jl Diponegoro. Di sini, Anda akan melihat banyak toko berjejer diantara gang yang tidak terlalu lebar.Di Pasar Triwindu, pengunjung bisa masuk ke banyak toko berjejer di antara gang yang tidak terlalu lebar. Anda pun bisa menemukan aneka barang antik yang bertebaran di pasar ini, seperti topeng, lampu, radio sampai toples kuno. Replika patung kuno juga ada di pasar ini. Soal harga tidak perlu kuatir, karena harga barang-barang di Pasar Antik Triwindu masih terjangkau. Mungkin ini dikarenakan keramahan yang dimiliki penjualnya, memudahkan Anda untuk menawar harga.3. KlewerTak lengkap rasanya bila ke Solo tanpa mampir ke Pasar Klewer. Pasar ini sangat terkenal sebagai pasar batik terbesar di Indonesia. Mulai dari batik tulis hingga batik cap bisa Anda temukan di pasar ini, harga yang ditawarkan pun bervariasi, ada yang hanya puluhan ribu, ada pula yang mencapai jutaan rupiah. Ini tergantung jenis batik dan bahan yang digunakan. Tempat ini cocok menjadi tempat belanja oleh-oleh.Pasar Klewer bisa disebut sebagai pasar produk tekstil terbesar di Asia. Semula dikenal sebagai sentra penjualan batik dan lurik. Tetapi, kemudian berkembang dengan kehadiran produk tekstil lain, seperti seprei, taplak, pakaian, daster, dan lain-lain, yang lebih laku pemasarannya. Selain pakaian, di Pasar Klewer juga banyak penjual makanan dan oleh-oleh berupa makanan dan kue-kue kering.4. Pulang lewat Bandara AdisumarmoPuas berbelanja di Solo, saat kembali ke kota asal. Anda bisa pulang menggunakan pesawat paling sore atau mungkin penerbangan malam.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru