Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah

Cty 'Chaca' Munawaroh - detikTravel
Kamis, 05 Jan 2012 12:30 WIB
loading...
Cty 'Chaca' Munawaroh
img_20120105122322_4f0533ca559a5.jpg
img_20120105122237_4f05339dac86c.jpg
img_20120105122201_4f0533790ba4c.jpg
img_20120105122331_4f0533d3acaeb.jpg
img_20120105122542_4f053456145d3.jpg
Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah
Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah
Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah
Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah
Batal ke Tangkuban Perahu,diGanti ke Curug Cipurut nan Indah
Jakarta - Tangkuban Perahu, itulah rencana awal kami untuk merayakan malam pergantian tahun kemarin. Tepat setelah shalat magrib kami berangkat dari Bekasi menuju Subang, dan berharap sampai di tujuan tepat waktu untuk merayakan pesta kembang api.Tapi ternyata ada banyak kendala di perjalanan, mulai dari yang punya tempat tak bisa dihubungi, menunggu teman di purwkarta yang memakan waktu kurang lebih satu jam, hingga ban motor yang saya & suami tumpangi bocor, untungnya beberapa menit sebelum pergantian detik ke tahun baru kami sampai di Situ Wanayasa Purwakarta, yaa,, alhamduliallah kami bisa merayakan pesta kembang api dengan banyak orang disana.Setelah berpesta kembang api, kami bergegas untuk mencari tempat tujuan sementara yang punya tempat masih belum bisa di hubungi, alhasil sampainya kami di kota Subang,dan sudah jam 2 pagi si yang punya tempat belum juga bisa di hubungi, kami putuskan untuk mencari penginapan sekitar, alhamdulillah dapat walau tak senyaman yang diharapkan, yang penting bisa untuk beristirahat setelah perjalanan panjang yang kurang lebih selama 7 jam kami lalui.Tepat pukul 8 pagi di tanggal 1 januari 2012, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tangkuban Perahu, dan ternyata di perjalanan ada yang lupa untuk jalur kesana, sehingga kami berhenti sebentar untuk memusyawarahkan kembali tujuan, dan di ambilah Curug Cipurut yang mana agar tidak memakan waktu lebih banyak lagi, meski hujan rintik menemani tak mematahkan semangat kami untuk ke tempat tujuan karena katanya Curugnya juga tak akan mengecewakan, sesampainya kami disana kami masih harus melewati beberapa kilometer lagi perjalanan dengan jalan kaki karena jalur yang ditempuh adalah jalan setapak di tengah kebun teh dan hutan.Dan benar apa yang dibilang suamiku, Curugnya cukup indah dan dapat menghapus rasa lelah perjalanan, seperti curug buatan memang karena tebingnya sepeti sengaja di kikis, tapi saya yakin itu asli. dengan air yang sangat dingin saya semangat untuk turun tapi tak mandi karena tak bawa pakaian lagi, suami dan temannya juga begitu semangat untuk turun mandi, tak jauh dari air terjunnya, ada seluncuran yang asli dari batuan sungai, yang sangat menarik padahal bila di coba sayang saya tak bisa mencoba, tapi ada juga teman yang mencoba tapi sayang juga saya tak bisa mengabadikannya karena hpnya lowbat.Β 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads