Uji Nyali Memanjat Sydney Harbor Bridge
Selasa, 24 Jan 2012 17:27 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Mengunjungi Sydney Opera House dan Harbor Bridge, adalah agenda wajib turis di Kota Sydney, Australia. Jika ingin yang menantang adrenalin, cobalah memanjat jembatan paling tersohor di Australia itu. Menegangkan!detikTravel berkunjung ke Sydney pada (16/1/2012) lalu, di sela pembukaan rute AirAsia Jakarta-Sydney. Penulis pun mengunjungi sejumlah tempat wisata di Sydney.Jembatan kota yang membentang megah di pelabuhan adalah lokasi pertama. Jembatan yang dibangun pada 1923 dan mulai digunakan pada 1932 ini menghubungkan sisi kawasan bisnis Sydney dan sebelah utara kota.Sebagai catatan, artis Hollywood seperti Pierce Brosnan, Laurence Fishburne, Nicole Kidman dan banyak lainnya terpampang fotonya di galeri jembatan itu. Artis-artis itu pernah berpetualang mengunjungi jembatan dan naik ke puncak setinggi 123 meter dari permukaan tanah.Ada beberapa paket yang ditawarkan untuk naik jembatan ini, mulai dari yang tercepat, sedang, hingga paket mendaki keseluruhan jembatan. Yang terlama sekitar 3,5 jam, biaya yang dikeluarkan sekitar AUS$ 200 atau sekitar Rp 2 juta.Untuk naik jembatan ini paling bagus sebenarnya malam hari. Kita bisa melihat temaram lampu Kota Sydney. Kembali ke soal mendaki jembatan Sydney, soal keamanan jangan dikhawatirkan. Sebelum naik, kita akan diberi perlengkapan memadai mulai dari seragam hingga tali temali.Bergerak mendaki jembatan itu, rombongan dibagi dalam sejumlah tim. Biasanya satu tim terdiri atas 12 orang. Nah, sang pemandu biasanya akan mengenalkan semua anggota rombongan. Kebetulan rombongan yang diikuti detikTravel, ada dari beberapa negara, misalnya pasangan dari AS yang tengah merayakan ulang tahun perkawinan, pasangan dari Inggris yang merayakan ultah sang istri, atau pasangan muda Australia yang tengah berbulan madu.Sebelum mulai memanjat jembatan, masing-masing peserta diminta berlatih lebih dahulu. Setelah fasih menggunakan alat-alat, perjalanan pun dimulai. Kaitan besi di pinggang pun dicantolkan ke pagar besi di sepanjang jembatan. Hup! perlahan-lahan meniti jalur menuju puncak.Angin sore Sydeny yang berhembus kencang menerpa seluruh tubuh. Perasaan senang dan takut pun bercampur menjadi satu. Masing-masing peserta diberi alat recorder untuk mendengarkan. Kenapa alat itu dipakai, karena kencangnya angin tidak memungkinkan sang pemandu untuk berbicara berteriak-teriak.Sayangnya peserta tidak diperkenankan membawa foto, tapi jangan takut, kalau Anda ingin diabadikan gambarnya, sang pemandu sudah siap dengan kameranya. Tapi, ya itu dia, Anda harus menebusnya di loket foto.Ada 2 kali kesempatan foto, pertama di pos pemberhentian awal. Di sini setiap peserta masing-masing akan diminta bergaya. Nah, dengan latar belakang pelabuhan Sydney dari ketinggian, foto pun akan tampak indah, belum lagi dengan latar Opera House yang terkenal.Perjalanan 3,5 jam ini ditempuh dengan 2 kali istirahat. Yang paling lama, saat berhenti di puncak. Sejauh mata memandang Kota Sydney dengan gedung dan pelabuhannya terpampang jelas. Ah, hampir lupa, kalau saat perjalanan itu hujan, juga tidak perlu khawatir. Masing-masing peserta dibekali jas hujan. Hanya satu yang hal yang peserta diminta menahan diri, yakni berkaitan dengan urusan toilet.Tidak ada toilet sepanjang 3,5 jam perjalanan atau sekitar 500 meter perjalanan menuju puncak, dan 500 meter kembali lagi ke titik awal. Tidak heran kalau, pemandu meminta peserta untuk pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum perjalanan dimulai. Jangan sampai kebelet pipis atau buang air besar di sepanjang perjalanan.Sepanjang mata memandang yang tampak adalah gedung, Opera House, kapal-kapal yang melintas, beberapa pulau kecil di sekitar kota, dan tentunya hembusan angin kencang Sydney. Sang pemandu akan mulai bercerita mengenai jembatan yang dibangun dengan melibatkan 1.500 pekerja ini. Dahulu para pekerja itu membangun jembatan tanpa pengaman. Tidak heran kalau ada beberapa di antara mereka yang meninggal karena jatuh.Yang cukup merepotkan dalam mendaki jembatan Sydney ini mungkin hanya saat meniti tangga yang agak curam menuju bagian puncak, demikian pula saat turun kembali. Tapi itu pun bisa dilakukan dengan mudah karena ada petugas yang memandu. Sisanya sepanjang jalur bisa ditempuh dengan mudah, sebuah jalur lurus.Bagi yang takut ketinggian, sebenarnya tidak perlu khawatir bila penasaran ingin mengunjungi jembatan yang biasa dipakai untuk menembakkan kembang api Tahun Baru ini. Peralatan keamanan dan sejumlah petugas yang berjaga di beberapa titik akan membuat Anda nyaman. Semua akan terbayar dengan sensasi pemandangan dari puncak jembatan Sydney. Jadi, jangan lewatkan pengalaman melahap ketinggian jembatan Sydney bila Anda berlibur ke sana.Indra Subagja - detikNews












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru