Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing

Taufik - detikTravel
Jumat, 09 Sep 2011 18:19 WIB
Bird Nest
Linglong Pagoda di waktu malam
Aquatic Centre
Bird Nest di Waktu Malam
Aquatic Centre
Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Bermain Layang-Layang di Stadion Olympiade Beijing
Jakarta - Saking luasnya Olympic Park ini, ada sebuah jalur kereta bawah tanah khusus yang menuju ke kompleks. Bahkan ada dua stasiun metro dimana kita bisa nongol di kompleks stadion, yaitu stasiun Olympic Sport Centre dan Olympic Green. Stasiun paling ujung terdapat di sebelah utara taman Olympic, yaitu stasiun South Gate of Forest Park.Dari pusat kota kompleks stadion dapat ditempuh dengan metro line 10 kemudian pindah ke line 8 di stasiun Beitucheng. Pada kunjungan ini saya datang dari stasiun Olympic Green dan kemudian berjalan di permukaan sambil menikmati pemandangan dan bangunan di sekitarnya, lalu kembali dari stasiun Olympic Sport Centre.Sakling luasnya kompleks stadion, juga terdapat pusat perbelanjaan, dengan bermacam-macam toko serba ada, restoran, dan juga bioskop.Stadion Nasional atau Sarang BurungBangunan yang paling monumental disini adalah stadion nasional atau lebih dikenal sebagai Bird Nest atau sarang burung. Arsitekturnya yang unik dan kelihatan seperti sarang burunglah yang membuat stadion ini disebut Bird Nest. Rakyat Cina lebih suka menyebutnya sebagai sarang burung yang merupakan makanan mewah yang hanya dapat dinikmati pada waktu-waktu khusus saja.Stadion ini dibangun mulai Desember 2003 dan akhirnya selesai tepat waktu untuk Olympiade 2008. Konon diperlukan biaya lebih dari 450 juta USD untuk membangun stadion ini dan lebih dari 17.000 pekerja dikerahkan.Ada juga tur khsusus untuk masuk ke dalam stadion dan kita harus membayar tiket. Kalau mau gratis, cukup menikmati pemandangan dari luar stadion saja.Di lapangan depan stadion, sore itu, banyak sekali warga dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sedang berkunjung. Dan, yang paling seru lagi adalah penjual souvenir yang menawarkan dagangannya dengan cukup agresif.Sebenarnya di sana juga ada toko resmi yang menjual souvenir dan cendra mata atau pernak-pernik olympiade seperti, gantungan kunci, kristal, dan T-shirt. Namun, penjual asongan menjualnya dengan harga yang miring dan juga tentu saja produk tiruan. Kalau kita pandai menawar tentu saja akan mendapatkan barang-barang tadi dengan harga yang murah, bahkan bisa setengah dari harga asli yang ditawarkan.Bermain Layang-layang di Taman OlympicYang lebih menariknya, di lapangan olympic ini banyak orang yang bermain layang-layang khas Cina. Sebuah layang-layang utama diikuti oleh sembilan layang-layang anak yang lebih kecil. Pola dan bentuknya sangat menarik. Ada yang berupa hewan, seperti burung dan ikan. Ada juga yang berbetuk hewan mitologi Cina seperti naga.Ternyata, kalau kita mau ikut main, kita harus membeli dulu layang-layang tersebut, karena mereka sebenarnya bukan bermain tetapi sedang memperagakan dagangan mereka. Akhirnya saya pun sempat membeli tiga set layang-layang termasuk benang nilonnya dengan harga 20 Yuan. Wah murah sekali karena di Indonesia sangat susah untuk mendapatkan layang-layang seperti itu.Di sebelah barat laut Sarang Burung terdapat sebuah menara yang tampak sangat indah. Menara bersisi tiga ini memliki tinggi 128 meter dan terdiri dari 7 lantai yang bentuknya seperti belah ketupat. Belah ketupat paling atas hanya terdiri dari rangka dan digunakan untuk memamerkan lima lingkaran olympiade yang berwarna hitam ,biru, kuning, hijau, dan merah. Pada malam hari lampu-lampu hias di menara yang disebut Linglong Pagoda ini sangat cantik karena warnanya bisa berubah-rubah.Β Linglong pagoda ini juga dijadikan sebagai menara pemancar untuk siaran televisi.Beijing National Aquatic CentreSebuah bangunan fasilitas olah raga lain yang sangat menarik adalah stadion renang. Bangunan ini juga diberi julukan Water Cube karena bentuknya bagaikan kubus dari air berwarna biru.Walaupun disebut water cube, bentuk aslinya tidaklah kubus sempurna karena ukurannya adalah 178x178 meter dengan tinggi hanya 31 meter.Bangunan yang di malam hari berwarna biru dan bagaikan terbuat dari bongkahan air ini kelihatan sangat megah. Uniknya volume bangunan ini pun dapat mengembang dan mengempis tergantung suhu udara dan dirancang anti gempa.Menonoton Penjual Obat di Taman OlympicPada sore itu, selain banyaknya turis dan warga Beijing, para pedagang asongan, polisi, dan semua orang berkumpul menikmati sore yang sejuk.Tiba-tiba saya tertarik dengan kerumunan orang banyak yang membentuk lingkaran. Terdengar juga musik tradisional Cina bermain dengan nada dan rentaknya yang riang dan kadang-kadang memekakkan telinga.Ketika saya ikut menyeruak kerumunan ternyata ada semacam pertunjukan akrobat gratis. Seorang gadis cilik sedang dalam posisi yang hanya dapat dimainkan oleh gadis plastik. Rupanya ini adalah cara untuk mengumpulkan massa dan setelah itu seorang lelaki setengah baya sambil berbicara lantang dalam bahasa Mandarin menawarkan produknya, yang ternyata obat-obatan tradisional.Olympiade memang telah berhasil mengubah wajah Beijing menjadi lebih manusiawi, walaupun dengan semakin makmurnya warga Beijing sehingga pada saat ini ada lebih dari 4 juta mobil di kota itu saja dan kemacetan mulai menyamai Jakarta. Fasilitas angkutan umum seperti kereta bawah tanah terus ditingkatkan bahkan dengan harga tiket yang sangat murah, yaitu hanya 2 Yuan untuk sekali jalan naik jauh atau dekat.Β Sebuah perjalanan di sore yang menarik di taman olympik kota Beijing.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads