Mari Berakhir Tahun di Bukittinggi
Selasa, 22 Nov 2011 12:13 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Tak terasa kita sudah mendekati bulan Desember. Bagaimana dengan rencana liburan akhir tahun Anda? Kota Bukittinggi di Sumatera Barat bisa menjadi pilihan Anda untuk melewatkan momen pergantian tahun.Yang pertama kali terlintas di pikiran begitu mendengar nama Bukittinggi, adalah Jam Gadang. Tidak salah, Jam Gadang adalah landmark Bukittinggi dan salah satu daya tarik utama kota ini. Kunjungan ke Jam Gadang adalah agenda wajib bagi mereka yang berlibur ke Bukittinggi. Cukup membayar tiket sebesar Rp 50.000, Anda bisa berkunjung ke dalam menara Jam Gadang plus pemandu wisata.Menara jam ini pernah beberapa kali berganti ornamen di bagian puncaknya. Pemerintah kolonial Belanda meletakkan ornamen patung ayam jantan di puncak Jam Gadang, namun dalam masa penjajahan Jepang, ornamen diganti dengan atap bentuk kelenteng. Baru setelah masa kemerdekaan, puncak Jam Gadang diganti dengan gaya atap bagonjong, rumah adat Minangkabau. Uniknya lagi, angka 4 yang terdapat pada jam menggunakan angka romawi kuno, yaitu IIII bukan IV.Dari puncak menara, pengunjung akan disuguhi panorama indah Bukittinggi berupa lembah, bukit-bukit, dan ngarai. Jangan lewatkan juga acara pada malam hari, biasanya banyak warga Bukittinggi beraktivitas di sekitar pelataran Jam Gadang, seperti bermain sulap dan break dance.Nah, jika Anda penggemar keindahan alam, maka Ngarai Sianok juga tidak boleh terlewatkan dalam agenda liburan di Bukittinggi. Pepohonan dan rerumputan yang hijau ditambah tebing-tebing tinggi, membuat Ngarai Sianok terasa begitu asri nan alami. Hawa kota yang sejuk dan air jernih yang mengalir di sungai membuat siapa saja yang berkunjung ingin berlama-lama menikmati keindahan alam. Tak jauh dari ngarai, Anda dapat melakukan wisata sejarah ke Lubang Jepang. Lubang ini sebenarnya lebih tepat disebut terowongan alias bunker Jepang yang memang peninggalan tentara Jepang saat Perang Dunia II. Anda dapat masuk ke Lubang Jepang ini melalui pintu panorama dekat Ngarai Sianok. Di dalam bunker, pengunjung bisa melihat ruang makan, ruang minum, ruang penyiksaan, dapur dan ruang persenjataan. Lelah berjalan-jalan, perut menjadi lapar tentunya. Tidak jauh dari Jam Gadang, ada pasar tradisional Bukittinggi yang menjual berbagai jenis makanan khas Sumatera Barat. Nasi kapau lengkap dengan lauk pauknya, hingga minuman khas Sumatera Barat seperti es tebak dan es ampiang dadih. Anda tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk mendapat itu semua. Cukup dengan uang Rp 30.000, nasi kapau lengkap dengan minumannya sudah tersedia di meja hidang.Jadi tunggu apalagi, ayo pergi ke Bukittinggi sebagai tujuan wisata keluarga Anda di akhir tahun.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru