Hari ini kamu menyewa mobil untuk transportasi kami selama tiga hari ke depan. Rute perjalanan kami kali ini menuju Jakarta Timur. Kami mengunjungi Monumen Pancasila Sakti atau yang lebih dikenal dengan Lubang Buaya lalu kami melanjutkan perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah.
Menuju Monumen Pancasila Sakti ini menempuh waktu kurang lebih 1 jam dari Kota Tua. Di areal seluas 9 hektar ini, terdapat monumen dengan tujuh buah patung yang dianggap sebagai Pahlawan Revolusi. Sebuah gedung yang isinya miniatur peristiwa-peristiwa pemberontakkan PKI di beberapa daerah di Indonesia. Dan tentu saja sumur tua. Di sinilah jasad ketujuh pahlawan revolusi tersebut dibuang oleh PKI.
Di dalam areal monumen ini juga terdapat sebuah gedung yang berisikan dengan miniatur-miniatur yang menggambarkan tentang banyak peristiwa pemberontakkan PKI di beberapa daerah di Indonesia. Selama tour singkat ini saya banyak mendengar tentang rekayasa cerita pembantaian ketujuh orang yang kemudian menjadi pahlawan revolusi ini. Konon, cerita yang selama ini saya/kita pelajari di bangku sekolah dulu itu telah direkayasa demi kepentingan politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meluncur di dalam Hurricane ini serasa seperti sedang diamuk badai. Hampir semua pengunjung mencoba wahana ini berkali-kali. Lalu wahana yang tidak kalah seru adalah Flush Bowl. Di sini, kita hanya berbaring telentang lalu meluncur di dalam terowongan yang berkelok dan curam lalu berputar di dalam bowl hingga akhirnya jatuh ke dalam kolam sedalam 2 meter. Wow, luar biasa sekali. Untuk pemanasan, silahkan meluncur di Tube Coaster sebelum mencoba wahana ekstrim yang saya sebutkan tadi.
Setelah puas di Snowbay, kami menaiki Skylift mengelilingi Indonesia Mini. Dari atas kita bisa melihat aktivitas-aktivitas pengunjung yang sedang mengunjungi rumah-rumah adat dari seluruh Indonesia dan melihat miniatur pulau-pulau besar di Indonesia. Pemandangan yang paling menarik dari atas skylift adalah memandangi rumah-rumah adat yang ternyata ukurannya tinggi-tinggi dan megah. Kagum saya ketika melihat Rumah Gadang yang memang gadang sekali!
Lelah berkeliling TMII hingga sore, kami kembali ke Desa Wisata dan bersiap untuk petualangan selanjutnya menuju Kampung Betawi dan menjauh dari Jakarta, Puncak! (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak