Jakarta - Jalan-jalan ke Pulau Rote dan menyisir perumahan penduduk setempat, mata kita akan dibuat terkagum dengan tumpukan batu-batu karang yang tertata rapi didepan rumah yang membentuk pagar. Jika dibeberapa tempat di Pulau Timor kita menjumpai pagar rumah masyarakat setempat dari pelepah daun lontar yang kering, maka di Pulau Rote pagarnya terbuat dari tumpukan batu karang.
Pagar Sabu, pagar yang awal mulanya dibuat oleh Masyarakat Suku Sabu yang berada di sebelah barat daya Pulau Timor ini, dikenal sebagai masyarakat migran. Mereka bermigrasi ke Pulau-pulau terdekat diantaranya Pulau Timor, Pulau Rote dan Pulau Sumba. Ironisnya walaupun Pagar Batu atau Pagar Sabu ini dikreasi atau dibuat oleh Suku Sabu, namun kita tidak akan menjumpai pagar ini di masyarakat Suku Sabu, karena mereka lebih sering mengerjakan pagar ini ditempat lain.
Pembuatan pagar sabu ini biasanya dikerjakan oleh 3 hingga 4 orang sesuai dengan panjang dan tinggi pagar. Biasanya tinggi pagar yang kita jumpai adalah maksimal 1,5 meter. Tumpukan batu karang dipilih dan disusun dengan rapi tanpa menggunakan semen untuk perekat, namun kekuatan pagar ini sangat kuat. Karena keunikan pagar ini, beberapa Turis Lokal maupun Mancanegara yang datang ke tempat ini mengusulkan untuk tetap mempertahankan pagar ini sebagai identitas masyarakat di Pulau Rote. Keunikan yang sederhana dari Pulau Rote.
Agus Lahinta|47774|NTT 2|30
Pagar Sabu, Pagar Batu Masyarakat Pulau Rote
Jumat, 06 Mei 2011 11:15 WIB
Redaksi Detik Travel












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru