Berangkat dari pelabuhan pribadi milik Quicksilver di Tanjung Benoa-Bali, 16 Oktober 2010 jam 9 pagi, Tim Bali untuk pertama kalinya merasakan kenikmatan berpesiar di atas kapal mewah menuju Nusa Penida. Perjalanan kesana ditempuh dalam waktu 45 menit. Bersandar di basecamp berupa kapal terapung besar yang lebih besar dari ukuran kapal pesiarnya, di sinilah semua aktivitas tertumpu.
Nusa Penida yang terletak di sebelah tenggara Bali, merupakan salah satu gugusan tiga pulau kecil di sana. Di antara pulau lainnya, yaitu Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Nusa Penida merupakan pulau terbesar. Namun demikian, pariwisata di Nusa Penida masih kurang berkembang dibandingkan dengan Nusa Lembongan. Tapi tetap, ada satu yang bisa dibanggakan dari Nusa Penida, yaitu keindahan bawah lautnya.
Setiap musim hujan, antara Agustus hingga November, para diver di seluruh dunia berkunjung ke Nusa Penida untuk melihat mahluk laut langka bernama Mola-mola. Ikan berukuran besar, sebesar kapal selam ini, memiliki ciri unik berupa sirip yang terdapat di atas dan bawah tubuhnya. Hanya pada musim hujan atau dingin itulah, Mola-mola datang berkunjung membersihkan diri di kedalaman 30 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di daratan Nusa Penida itu, terdapat suatu tempat yang disebut Toyapakeh. Tempat pariwisata hasil kerjasama dengan Quicksilver memang khusus didirikan untuk para tamu kapal pesiar tersebut. Di sana terdapat penangkaran penyu, workshop dan butik tenun Bali, pasar seni, hingga atraksi sambung ayam. Di pantainya pun bisa terlihat para petani rumput laut yang sibuk menanam rumput laut. Nusa Penida memang dikenal sebagai penghasil rumput laut terbesar di Bali.
Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan di sana, 5 jam batas waktu yang tersedia menjadi tidak terasa. Pukul 3 sore, kami pun diharuskan kembali ke kapal pesiar meninggalkan Nusa Penida dengan sejuta keindahan yang belum sempat tereksplor keseluruhannya.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru