Setelah membeli oleh-oleh khas Kepulauan Seribu di Pulau Panggang, kami melanjutkan lagi perjalanan dan singgah di Pulau Burung. Saat mengitari pulau menuju dermaganya, ada banyak sekali burung-burung air yang sedang mencari makan di perairan dangkal. Mereka timbul-tenggelam untuk menangkap ikan. Beberapa kelompok burung berwarna putih terlihat terbang menuju pulau lalu menghilang di kerimbunan pohon.
Kami mendapat tur singkat ke dalam hutan untuk melihat kehidupan burung-burung. Kami menaiki sebuah tower pemantau yang tingginya sekitar lima belas meter. Dari atas kita bisa memandangi ke seluruh penjuru pulau berikut burung-burung bangau putih yang hinggap di pohon.
Pulau Onrust
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muara Angke sudah di depan mata. Warna air laut pun berubah dari biru menjadi hitam pudar dan bersampah. Aroma tidak sedap pun mulai tercium. Pemandangan kota Jakarta pun mulai kelihatan. Gedung-gedung tinggi, boat pencari ikan, ojek dan jermal mendominasi pemandangan sore hari. Kami masih belum bisa menikmati sunset karena langit yang berawan.
Kami tiba di muara angke pada pukul setengah enam sore. Suasana dermaga kembali terasa agak sedikit menyeramkan. Mungkin karena sudah mulai gelap dan ditambah dengan perasaan terintimidasi karena tatapan para awak boat yang sedang nongkrong di warung.
Selepas pukul enam, kami tiba di penginapan pertama di Jakarta, Batavia Hotel. Akhirnya, saya bisa mandi dengan air tawar lagi setelah selama enam hari mandi dengan air asin dan payau.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru