Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Sep 2021 18:52 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Van Der Wijck, Benteng Tak Biasa dari Kebumen

gema bayu
d'Traveler
Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu wisata sejarah andalan yang ada di Kebumen
Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu wisata sejarah andalan yang ada di Kebumen
Benteng ini memiliki dinding dengan hampir dua meter
Benteng ini memiliki dinding dengan hampir dua meter
Benteng Van Der Wijck terdiri dari benteng atas dan benteng bawah
Benteng Van Der Wijck terdiri dari benteng atas dan benteng bawah
Bata merah menjadi ciri khas yang dimiliki Benteng Van Der Wijck
Bata merah menjadi ciri khas yang dimiliki Benteng Van Der Wijck
Benteng Van Der Wijck memiliki puluhan pintu penghubung, pintu masuk dan pintu keluar
Benteng Van Der Wijck memiliki puluhan pintu penghubung, pintu masuk dan pintu keluar
detikTravel Community -

Dari sekian banyaknya benteng peninggalan Belanda, Benteng Van Der Wijck terbilang unik karena seluruh bangunannya dibuat menggunakan bata merah. Traveler sudah pernah lihat?

Benteng dengan denah segi delapan ini tampak lebih memesona dengan warna merahnya, ketimbang benteng Belanda yang pada umumnya tidak berwarna atau berwarna putih.

Tampak benteng dari depan dan di dalamnya menggunakan bata merah, namun tetap dengan ciri khas benteng Belanda yang ada Indonesia yang memiliki struktur bangunan yang besar, seperti jendela, pintu dan kamar. Dengan luas sebesar 3606,625 meter persegi benteng ini terdiri dari 4 pintu masuk dan dengan 2 lantai yang tinggi mencapai 10 meter.

Selain benteng, di sini terdapat bangunan pendukung lainnya, seperti garasi, penjara, rumah sakit, barak prajurit, kompleks makam Belanda dan bangunan logistik perkantoran. Sebenarnya, benteng ini pada awalnya bukan merupakan sebuah bangunan pertahanan, melainkan sebuah kantor dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

VOC merupakan sebuah kumpulan perusahaan Belanda yang bersatu yang bertujuan hanya untuk berdagang. Namun pada tahun 1818 bekas kantor dagang VOC ini diubah menjadi sebuah benteng dan ada versi lain yang menyebutkan bahwa pembangunan dimulai tahun 1844 dan selesai tahun 1848. Alasan dialihfungsikan bangunan ini adalah untuk menahan serangan dan memberikan ruang sempit terhadap pasukan Diponegoro pada saat perang Jawa yang terjadi pada tahun 1825-1830.

Pada tahun 1856 benteng ini dijadikan sekolah militer untuk orang-orang Eropa dan saat masa kependudukan Jepang tetap sebagai tempat pelatihan tentara. Saat masa Indonesia merdeka sampai tahun 1980 benteng ini menjadi barak ABRI dan setelah itu dialihfungsikan sebagai tempat tinggal TNI Angkatan Darat sampai tahun 2000.

Hingga saat ini, Benteng Van Der Wijck dijadikan tempat wisata atau cagar budaya dengan didukung berbagai fasilitas, seperti taman dan area bermain. Benteng Van Der Wijck yang bersejarah sekaligus unik ini beralamat di Jalan Sapta Marga Gombong, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA