×
Ad

Museum Kesaktian Pancasila Bikin Pengunjung Merinding

- detikTravel
Selasa, 06 Okt 2026 11:07 WIB
Pengunjung terlihat asyik melihat diorama di ruang pamer Museum Kesaktian Pancasila (Vicky Fadly)
Jakarta -

Ada yang sengaja datang untuk mengenalkan sejarah kepada anak, ada yang sudah pernah berkunjung, ada pula yang datang secara dadakan. Begitulah suasana yang mudah ditemui di Museum Kesaktian Pancasila.

Museum Kesaktian Pancasila hadir dengan wajah baru setelah selesai direvitalisasi. Museum ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026). Mulai dari anak-anak seusia SD, remaja, dewasa hingga orang tua ramai mengunjungi museum.

Setelah masuk Museum Kesaktian Pancasila yang baru direvitalisasi, para pengunjung sama-sama punya cerita tentang suasana baru di dalamnya. Salah satunya Sunaryo, pengunjung asal Nabire, Papua.

Pria berusia 57 tahun itu datang ke museum bersama istrinya. Ia mengaku memiliki kebiasaan menyempatkan diri mendatangi tempat-tempat bersejarah ketika sedang berada di Pulau Jawa.

Baginya, museum kali ini memberikan pengalaman yang berbeda. Ia merasa merinding dan bahkan seperti kembali dibawa ke suasana masa lalu ketika melihat koleksi yang dipamerkan.

"Fasilitasnya mantap sekali, bagus, bahkan saya merasa merinding, macam kayak nyata gitu, kayak nyata di masa-masa itu. Dengan adanya ini betul-betul negara ini mengingatkan kita kepada masa yang mungkin tidak bisa terlupakan," kata Sunaryo saat dijumpai detikTravel, Jumat (2/10/2026).

Datang jauh-jauh dari Nabire, ia menyebut museum bisa menjadi tempat untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak. Ia juga berharap generasi muda tidak hanya mengetahui cerita dari buku atau pelajaran, tetapi bisa melihat langsung situs bersejarah yang berkaitan dengan Gerakan 30 September 1965.

Kemudian, Memey, salah satu pengunjung yang sengaja datang dengan anaknya untuk mengenalkan sejarah. Kunjungan ini merupakan ketiga kalinya Memey ke Museum Kesaktian Pancasila.

Perempuan berusia 45 tahun itu mengatakan museum yang telah diperbaharui terasa berbeda dibandingkan kunjungan-kunjungannya terdahulu. Ia langsung menyadari perubahan pada ruangan, termasuk suasana yang lebih adem dan penataan yang lebih rapi.

"Yang sekarang sih udah pasti bagus ya, lebih bagus, adem, ber-AC. Udah gitu rapih, ada kaca-kaca," ujar Memey ketika membandingkan kondisi museum dengan sebelum direvitalisasi.

Ada lagi, Omen, pengunjung yang datang dari kawasan Pasar Rumput. Kalau pengunjung lain datang karena ingin berwisata sejarah, kunjungan Oman ke museum justru cukup spontan.

Omen mengaku terakhir kali datang ke museum saat masih duduk di bangku SD. Pria 31 tahun itu akhirnya mampir lagi ke museum, itupun secara dadakan karena diajak istrinya.

"Lebih bernuansa, ngena, dan membuat kita bisa ngerasain kejadian dulunya," kata Omen.

Ada satu hal yang bikin Omen menikmati kunjungan tersebut. Bukan cuma koleksi sejarahnya, tetapi juga suasana ruang museum yang menurutnya terasa adem sehingga membuat kunjungan terasa lebih nyaman.

Museum Kesaktian Pancasila tidak hanya didatangi orang yang sejak awal mencari wisata sejarah. Tetapi juga keluarga yang ingin mengenalkan sejarah kepada anak dan traveler yang sekadar ingin mampir.

Pengalaman tiap pengunjung memang bisa berbeda. Namun, bagi mereka yang sudah pernah datang sebelumnya, perubahan suasana, tata letak ruang pamer, pencahayaan, dan teknologi menjadi bagian yang paling jelas terasa.




(fem/fem)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork