Jakarta memiliki banyak museum tentang sejarah kemerdekaan, seperti Museum Sumpah Pemuda di Jl Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat. Di sini Anda akan melihat kisah para pemuda dalam mencapai kemerdekaan. Ada sejarah panjang tentang perjuangan anak muda dan juga Sumpah Pemuda yang sakral. Tak hanya itu, ada juga kutipan dan kata-kata para pejuang di salah satu sudutnya.
detikTravel berkesempatan mengunjungi museum ini beberapa waktu yang lalu. Dari luar, museum ini terlihat seperti sebuah rumah tua. Dengan membayar tiket seharga Rp 2.000 saja, saya pun memasuki museum bersejarah ini. Uniknya, dari bagian depan hingga belakang museum, merupakan kronologis perjuangan para pemuda dari tahun 1920-an hingga mencapai kemerdekaan. Informasinya sungguh lengkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada replika di dalam ruangannya, hanya terdapat papan-papan yang menggantung berwarna merah dengan rangkaian huruf yang berwarna putih. Saya pun tertarik untuk melihatnya dari dekat.
Betapa merindingnya saya saat membaca kata-kata dan kutipan di tiap papannya. Seperti kutipan dari Ki Hajar Dewantara, "Namun yang penting untuk kalian yakini, sesaatpun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara." Aah...., andai pesan ini dibaca oleh para pemimpin negeri ini sekarang.
Kata-kata dari organisasi para pemuda saat itu pun tidak kalah hebatnya, seperti dari Batavia PPPI (Perhimpunan Pemuda Pemuda Indonesia) yang ditulis pada bulan September tahun 1911. Beginilah bunyinya, "Memperoleh Indonesia merdeka adalah kewajiban yang terluhur buat anak Negeri Indonesia."
Setidaknya, ada 5-6 papan yang berisikan kata dan kutipan pembakar semangat dari para pahlawan. Ada juga tulisan yang berjudul "Indonesia Tumpah Darahku" yang dibuat oleh Muhammad Yamin setelah Kongres Pemuda II tahun 1928. Tulisan yang sungguh panjang, namun enak untuk dibaca. Rangkaian katanya memiliki ejaan lama tapi tidak mengurangi keindahan arti dari setiap katanya. Saat membacanya, dijamin hati Anda akan luluh lantak.
Ruangan tersebut memang tidak besar dan mungkin tidak terlihat menarik jika Anda tidak masuk ke dalamnya. Padahal, inilah ruangan dengan penuh semangat dan tekad para pemuda dalam mencapai kemerdekaan yang dituangkan dalam kata.
Berkunjunglah ke Museum Sumpah Pemuda dan lihat kata dan kutipannya dari dekat. Kata-kata pembakar semangat dari para pahlawan tersebut akan membuat diri Anda lebih mencintai bangsa ini.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali