Meski tentara Indonesia tidak turut dalam Perang Dunia (PD) II, bangsa ini tetap menjadi persembunyian bagi tentara Sekutu di kawasan Asia Pasifik. Panorama indah nan cantik Pulau Zum zum di Morotai, Halmahera, Maluku Utara ini menjadi selimut untuk tentara Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Mc Arthur.
Begitu menginjak Dermaga Kayu Pulau Zum zum, hamparan pasir putih dan monumen patung Jendral Mc Arthur menjadi pemandangan di bibir pantai. Tidak jauh dari bibir pantai terdapat ukiran tulisan 'Zum zum Mc Arthur Island' dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang 1,5 meter seakan menjadikan ciri khas pulau tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat Monumen patung Mc Arthur tersebut, terdapat sebuah marmer hitam berukuran 80x60 cm. Tulisan pada marmer hitam itu menjelaskan bagaimana sejarah kedatangan sang jenderal terukir di atasnya.
"Jendral Mc Arthur, Lahir 26 Januari 1880, meninggal 5 April 1964. Seorang jendral angkatan darat menjabat komandan pasukan Amerika Serikat di Filipina 1942, kemudian menjadi komandan pasukan sekutu wilayah Pasific Barat Daya" secuil sejarah tertulis di atas marmer itu.
Siapapun pasti kenal pemimpin perang tentara sekutu dari Amerika Serikat saat terjadi Perang Dunia II ini, Jendral Mc Arthur. Selain tempat mandi, di Pulau Zum zum juga terdapat sebuah gua persembunyian jendral bintang empat ini.
Bertolak dari pelabuhan komersil Daroba, Morotai, kapal Baruna Jaya III berangkat dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit. Sampai di Pulau Zum zum, kapal tak langsung bisa merapat ke dermaga di pulau tersebut. Rombongan yang hendak berjalan di sekitar pulau harus mengunakan perahu kecil atau speed boat dari Pelabuhan Doroba.
Senen (42), warga Morotai yang juga menjadi pemandu kami, tahu betul seluk beluk gua tersebut. Berdasarkan panduannya, rombongan Kemenkokesra berjalan menyusuri pulau tak berpenghuni tersebut.
"Sekitar 1,5 km dari sini, gua tersebut berada di tanjung pulau ini," ujarnya kepada rombongan.
Di tengah perjalanan, Senen menuturkan selain gua pesembunyian, terdapat Bunker pasukan Amerika. Bunker yang tidak jauh dari bibir pantai sudah tidak ada, namun bekas lubang besar seperti bunker tersebut masih terlihat.
"Dulu lubang ini bekas bunker pasukan Amerika," tuturnya.
Nah, tidak mudah untuk wisatawan bisa melihat tempat persembunyian Mc Arthur. Tim yang berjumlah 25 orang harus melewati rawa-rawa, dan mangrove dengan jalan yang berliku. Senen meminta agar pengunjung bisa berhati-hati. Rerumputan, semak-semak, dan hutan rawa mangrove ini seolah menjadi benteng alam yang melindungi tempat persembunyian sang jendral.
"Awas hati-hati karena jalannya licin, sebentar lagi sampai," lanjutnya.
Sesampainya di gua persembunyian pemimpin sekutu Senen Pasifik, terlihat gua yang menjadi persembunyian Mc Arthur. Ukurannya sangat kecil dan hanya mampu dimasuki satu orang. Sementara, akar pohon bakau yang menjulang ke bawah menutupi bagian depan gua itu.
"Di sini, Jendral Mc Arthur bersembunyi," tuturnya.
Menurut Senen, sejak sering ke pulau tersebut untuk mencari Kopra, dirinya kerap menemukan selongsong peluru.
"Saya tahu karena sering memetik kopra, ketika menyusuri ke sini sering ditemukan selongsong peluru, terutama di gua tersebut," tandasnya.
(edo/aff)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi