Saat detikTravel bertandang ke taman itu, pada Senin (1/10/2012) siang, taman itu dipenuhi ratusan New Yorkers, sapaan akrab warga New York. Mereka menyantap makan siang di tengah terik matahari dan hembusan semilir angin yang dingin.
Patut dicatat, New Yorkers sengaja berjemur di tengah matahari, karena hanya dalam 3 bulan mereka bisa menikmati sang mentari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi biasanya, orang kantoran khusus bersantap siang dengan membawa kursi dan duduk di tengah lapangan berumput. Yang menarik, menjelang Natal, biasanya rumput di tengah taman akan dijadikan tempat ice skating. Jadi New Yorkers bisa bebas ber-ice skating di kota ini.
Taman yang dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, termasuk Empire State Building ini, memang amat nyaman. Dilarang merokok di taman ini. Petugas keamanan berjaga di sudut-sudut taman untuk menegur mereka yang merokok.
Tong sampah dan petugas kebersihan juga selalu berkeliling. Tapi biasanya, pengunjung taman dengan kesadaran sendiri akan membuang sampah makan siang mereka di tong sampah yang terdapat di sejumlah titik.
Soal akses Wifi juga menyala di tempat ini. Bila ingin mengakses internet tinggal dihubungkan saja dengan jaringan Wifi yang gratis. Asyik!
Kembali soal makan siang, biasanya sekitar pukul 12-an, New Yorkers yang berbaju kantoran, ada juga yang dengan jas dan dasi memanfaatkan taman ini. Sambil makan mereka berbincang dengan rekan kantor. Biasanya mereka berada 1 jam di taman ini, sebelum kemudian kembali beraktifitas.
Yang menarik juga, selain orang kantoran, ada juga yang bersantai ria di tengah taman. Jadi di tengah orang-orang makan, ada yang menggelar karpet dan tidur-tiduran. Cuek saja di New York, karena itu sudah biasa.
Taman ini buka sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 23.00 malam. Taman yang sudah ada sejak 1842-an ini memang mulai menjadi keren sejak 1980-an. Bryant Park menjadi pilihan warga menikmati kesegaran kota di tengah pencakar langit.
(ndr/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi