4 Kasus Terburuk di Bandara Soekarno Hatta Tahun 2012
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pengalaman Buruk di Bandara

4 Kasus Terburuk di Bandara Soekarno Hatta Tahun 2012

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Kamis, 14 Feb 2013 07:55 WIB
4 Kasus Terburuk di Bandara Soekarno Hatta Tahun 2012
Bandara Soekarno-Hatta (Fitraya/detikTravel)
Jakarta -

Sepanjang tahun 2012 yang lalu, banyak peristiwa yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebagian adalah kejadian buruk yang dialami penumpang dan menjadi pembelajaran penting banyak pihak. Tujuannya agar kejadian tidak berulang di masa depan.

Aneka kejadian pesawat delay pernah terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa bahkan berujung dengan penumpang mengamuk di bandara. Kasus pembobolan juga beberapa kali terjadi, dan yang paling menjadi perhatian adalah pembobolan koper artis dan penyanyi Agnes Monica.

Dihimpun detikTravel, Kamis (14/4/2013) inilah 4 model kejadian paling buruk yang dialami traveler di Bandara Soekarno-Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pesawat delay

Kejadian pesawat delay beberapa kali dialami para traveler di Bandara Soekarno-Hatta. Alasan delay pun bermacam-macam, mulai dari pesawat rusak sampai faktor cuaca.

Pada 12 Januari 2012, 3 penerbangan Batavia Air sekaligus mengalami delay yaitu rute Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Makassar dan Jakarta-Pontianak. Delay ini rupanya karena ada pesawat Batavia Air yang rusak dan mengganggu jadwal penerbangan lainnya. Penumpang pun kesal dan marah-marah.

Pada 29 Februari 2012, penerbangan Garuda GA 218 Jakarta-Yogyakarta mengalami delay dan akhirnya baru bisa terbang 1 Maret besoknya. Penyebabnya adalah cuaca buruk di Bandara tujuan. Seluruh penumpang diinapkan di hotel dan diberi kompensasi uang.

Sedangkan pada 17 Agustus 2012, penerbangan dari 3 maskapai berbeda mengalami delay bahkan ada yang sampai 5 jam. Pesawat yang delay adalah Sriwijaya SJ 188 dengan rute Jakarta-Pontianak, Batavia YG 515 dengan rute Jakarta-Palembang, Lion Air JT 820 dengan rute Jakarta-Palu. Penyebab delay adalah banyaknya pesawat yang harus melakukan transit. Atas kejadian ini, penumpang mendapatkan kompensasi.

Delay juga pernah terjadi pada 10 Desember 2012. Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak sempat mengalami delay selama 4 jam. Keterlambatan itu adanya pesawat yang seharusnya membawa penumpang ke Pontianak telat tiba.

Hujan deras dan cuaca buruk pernah membuat kacau penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta pada 22 Desember 2012.
Kacaunya jadwal penerbangan bukan karena pesawat tidak bisa terbang. Namun crew kabin pesawat harus berjuang dulu menembus kemacetan untuk sampai Bandara Soekarno Hatta.

Tercatat, pesawat yang penerbangannya terganggu adalah pesawat Etihad EY 471 Jakarta-Abu Dhabi mengalami penundaan bahkan hampir 5 jam. Selain itu yang delay juga ada pesawat Turkish Airlines Jakarta-Istanbul dan Garuda Indonesia Jakarta-Singapura.

2. Penumpang mengamuk

Rupanya tidak semua masalah pesawat delay bisa ditangani dengan baik oleh pihak maskapai. Akibatnya banyak penumpang yang sampai mengamuk dan ini beberapa kali terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.

Pada 16 Maret 2012, pesawat Jetstar JQ 114 Jakarta-Singapura mengalami delay. Namun pihak maskapai kurang memberikan penjelasan kepada para penumpang. Para penumpang ngomel-ngomel, bahkan ada seorang ibu-ibu yang sampai mengamuk. Namun petugas keamanan berhasil mencegah agar tidak terjadi situasi yang lebih buruk.

Pada 17 Agustus 2012, penerbangan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-245 jurusan Jakarta-Padang delay sekitar 2,5 jam. Penumpang yang hendak mudik Lebaran ke kampung halamannya pun mengamuk. Beberapa penumpang sempat protes ke kantor maskapai dan bahkan sampai gebrak meja.

Penumpang mengamuk juga terjadi pada 5 Desember 2012. Sebanyak 180 penumpang Sriwijaya Air tujuan Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara, terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Para calon penumpang tersebut akhirnya mengamuk di loket Sriwijaya karena terlantar hingga 5 jam di bandara.

3. Radar bandara mati

Pada 16 Desember 2012, radar Bandara Cengkareng mati selama beberapa jam. Hal ini berakibat pada terganggunya lalu lintas udara. Puluhan penerbangan dari berbagai maskapai terpaksa delay atau ditunda terbang. Pesawat-pesawat yang sedang mengangkasa dan akan mendarat di Bandara Cengkareng terpaksa harus berputar-putar dulu di udara.

Sudah bisa ditebak bagaimana ini akibatnya kepada para traveler. Banyak traveler yang tertunda penerbangannya, akibatnya rencana kepergian mereka untuk liburan atau urusan kerja menjadi berantakan. Banyak orang terpaksa me-reschedule kegiatan dan penerbangannya.

4. Pembobolan koper Agnes Monica

Pembobolan koper traveler adalah peristiwa yang beberapa kali terjadi. Namun pembobolan koper Agnes Monica adalah yang paling menarik perhatian publik.

Pada 7 November 2012, Agnes mengungkapkan kejadian pembobolan koper yang dialaminya saat baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Agnes mengungkapkan kekesalannya di Twitter dan kemudian membuat heboh publik. Agnes seolah mewakili ratusan traveler lain yang mengalami peristiwa serupa tapi kurang mendapatkan tanggapan.

Tak kurang pihak Angkasa Pura II, Polres Bandara dan maskapai Singapore Airlines yang ditumpangi Agnes sibuk dibuatnya. Polres Bandara mengungkapkan kalau mereka pernah membekuk kelompok pembobol koper. Mereka ini rupanya para oknum petugas porter koper yang mengurusi barang dalam bagasi, dan yang bertuga menata barang penumpang di dalam pesawat. Namun, kasus Agnes membuktikan kalau pembobol koper terus bermunculan.

(fay/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads