Wonogiri masih berada dalam zona merah alias resiko tinggi penyebaran COVID-19. Pemkab akhirnya tetap melanjutkan menutup semua obyek wisata (obwis), tempat publik hingga melarang hajatan dan resepsi.
"(Wonogiri) masih zona merah. Makanya kami masih menutup semua obyek wisata yang dikelola pemkab maupun BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), juga meniadakan hajatan atau resepsi," ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).
Obwis termasuk tempat publik seperti Alun alun Giri Krida Bakti berpotensi memunculkan kerumunan massa. Lantaran itu penutupan total 46 obwis se-Wonogiri dan alun-alun sejak sebelum Natal dan Tahun Baru lalu, dilanjutkan hingga situasi memungkinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sambut Imlek Tempat Wisata DIY Tetap Buka |
"Kami yakin masyarakat termasuk pengelola obwis bisa memahaminya," tandas Bupati.
Selain itu pria penggemar aneka jenis olahraga ini menilai, selama ini ada kultur budaya yang kental dan melekat di masyarakat. Ketika ada sanak saudara menggelar hajatan, dipastikan warga dari perantauan pulang kampung.
"Setelah kami meminta rekomendasi ke beberapa pihak dan melakukan evaluasi, maka kami putuskan agar masyarakat tidak menyelenggarakan hajatan dahulu," tegas dia.
Pernikahan cukup digelar di kalangan keluarga dan internal saja, maksimal tetangga sekitar atau satu RT.
Adat kebiasaan masyarakat di wilayahnya, ujar pria berperawakan tinggi besar ini, adanya penentuan hari baik dalam menggelar hajatan. Ketika di 25 kecamatan se-Kota Mete, warga secara bersamaan menggelar hajatan di hari baik itu, otomatis kaum boro di perantauan yang mudik ke Wonogiri jumlahnya pasti banyak.
"Kalau bersamaan mudik dikhawatirkan bisa menimbulkan potensi penularan COVID-19. Apalagi yang OTG, akan sulit deteksinya. Maka, kami berharap kepada masyarakat untuk mematuhi regulasi yang kami keluarkan. Jangan nekat, regulasi ini harus ditaati," beber dia.
Pihaknya mengajak masyarakat agar lebih paham bahwa pagebluk belum berakhir. Karena itu masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, masyarakat juga diminta mengerti, kebijakan yang diambil pemerintah demi kepentingan bersama.
"Kami bersama Polres dan Kodim terus turun ke jalan memberikan edukasi kepada masyarakat yang lebih masif. Ini tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan, namun juga tingkat desa hingga RT bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun relawan, sejalan dengan kebijakan PPKM mikro itu," tegas dia.
Sementara dalam web resmi Pemkab Wonogiri hingga Rabu (10/2) tercatat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai angka 2.836. Perinciannya pasien dirawat inap sebanyak 116 dan isolasi mandiri 110 orang, 2.511 pasien sembuh, dan 109 orang meninggal.
(bnl/bnl)
Komentar Terbanyak
Bangunan yang Dirusak Massa di Sukabumi Itu Villa, Bukan Gereja
Aturan Baru Bagasi Lion Air, Berlaku Mulai 17 Juli 2025
Viral Keluhan Traveler soal Parkir Jakarta Fair 2025: Chaos!