Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Feb 2022 20:40 WIB

DETIKTRAVEL

Sudah Terima Turis, Ini Syarat Liburan ke Maroko

bonauli
detikTravel
Chefchaouen di Maroko
Chefchaouen di Maroko (iStock)
Rabat -

Maroko sempat menutup perbatasan karena adanya lonjakan varian Omicron. Kangen turis, kini Maroko kembali buka pintu untuk pariwisata.

Dilansir dari Travel Weekly, Maroko sempat menutup perbatasan sejak November 2021. Maroko mulai buka kembali pada 7 Februari 2021.

"Maroko terbuka dan menyambut wisatawan, tapi kesehatan adalah prioritas nomor satu. Kondisinya sama untuk pengunjung dan warga Maroko," ucap Adel El Fakir, direktur jenderal dan kepala eksekutif Kantor Pariwisata Nasional Maroko.

Turis yang masuk ke Maroko memerlukan sertifikat vaksin penuh. Sementara untuk anak-anak di bawah 18 tahun bebas dari syarat ini. Khusus untuk turis Inggris, harus menunjukkan NHS Covid Pass.

Chefchaouen di MarokoChefchaouen di Maroko Foto: (iStock)

Kemudian ada hasil tes PCR negatif kurang dari 48 jam sebelum naik ke pesawat. Maroko juga memberikan keringanan bahwa semua kartu vaksin yang dikeluarkan oleh negara lain diterima selama masih berlaku di negara asalnya.

Sebelum menaiki pesawat, wisatawan harus menunjukkan formulir kesehatan yang telah diisi lengkap, termasuk alamat, nomor telepon utama, dan nomor telepon cadangan yang digunakan untuk melacak mereka selama mereka tinggal.

Setibanya di bandara, mereka akan diperiksa dengan tes cepat gratis. Tes PCR acak juga akan dilakukan untuk beberapa kelompok wisatawan dan hasilnya akan diinformasikan kemudian. Setelah wisatawan menginjakkan kaki di Maroko selama 48 jam, mereka diwajibkan untuk menjalani tes tambahan di tempat mereka menginap.

"Masker wajib di tempat umum. Anda juga memerlukan paspor vaksin untuk memasuki restoran," jelasnya.

Selama mereka menutup perbatasan dari penerbangan internasional, kasus COVID-19 terkonfirmasi di Maroko cenderung menurun. Walaupun sempat mengalami kenaikan di pertengahan Januari dari 885 kasus menjadi 9.061 kasus, kini mereka hanya mencatat sekitar 1.200 kasus.

"Kami memiliki lebih dari 23 juta orang yang divaksinasi ganda, 76 persen dari populasi di atas 12 tahun," ungkapnya.



Simak Video "Maroko Berniat untuk Segera Legalkan Ganja Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA