Objek Wisata All In One di Ujung Genteng
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Libur Sekitar Jakarta

Objek Wisata All In One di Ujung Genteng

- detikTravel
Kamis, 15 Agu 2013 18:48 WIB
Objek Wisata All In One di Ujung Genteng
Curug Cikaso (Setyo Arie Kusmawan/dTraveler)
Sukabumi - Ada berbagai objek wisata alami nan indah di Ujung Genteng, Sukabumi. Anda dapat menjumpai berbagai pantai cantik, air terjun, penangkaran penyu hingga pembuatan gula aren. Cocok untuk tempat liburan di sekitar Jakarta.

Terletak di Sukabumi, Jawa barat, Ujung Genteng merupakan surga bagi pecinta pantai dan air terjun. Ujung Genteng dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi. Untuk kendaraan umum, Anda dapat memulai dari Terminal Sukabumi dengan angkutan kota menuju Terminal Lembur Situ, lanjut dengan menaiki bus atau elf jurusan Surade dan naik angkot merah dengan jurusan Ujung Genteng. Perjalanan akan memakan waktu 3-4 jam.

Kekurangan infrastruktur di sini adalah jalan penghubung yang kurang terawat dan minimnya SPBU maupun toilet umum. Lebih disarankan untuk membawa kendaraan pribadi jika ingin menjelajah seluruh pantai alami di Ujung Genteng. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (15/8/2013) inilah beberapa objek wisata yang bisa didatangi di sana:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pantai Pangumbahan

Hamparan pasir nan lembut di kaki adalah hal pertama yang menyambut ketika berkunjung ke pantai ini. Begitu luas, hingga anda sulit untuk menjelajahi satu ujung ke ujung lainnya. Pantai Pangumbahan tidak hanya indah, namun juga unik, terdapat tempat penangkaran penyu atau tukik di pantai ini.

Secara berkala dilakukan pelepasan tukik ke laut sebagai salah satu upaya perlindungan penyu. Apabila datang pada saat yang tepat, Anda dapat ikut berpartisipasi dalam pelepasan tukik ke laut.

2. Pantai Cipanarikan atau Muara Cipanarikan

Salah satu objek wisata unik di Ujung Genteng. Pantai Cipanarikan merupakan tempat bertemunya Sungai Cipanarikan dengan laut. Sungai Cipanarikan membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk ke laut, sehingga terbentuk hamparan pasir yang cukup luas dengan bentuk pasir yang sangat halus.

Untuk mencapainya, Anda perlu berjalan sekitar 3-5 menit melewati hutan lindung, dan akan terlihat hamparan pantai pasir putih yang masih perawan.

3. Pantai Tenda Biru

Pantai Tenda Biru termasuk pantai yang masih alami karena berada di kawasan hutan lindung yang dijaga pihak TNI AU. Untuk masuk, Anda perlu membayar biaya masuk sejumlah Rp 5.000 saja. Uniknya, apabila air surut, Anda dapat berjalan sekitar 200-300 meter dari bibir ke tengah pantai. Sayang, pantai ini masih kurang terawat, terlihat pada sampah yang berserakan.

4. Pantai Minajaya

Sekilas, Pantai Minajaya mirip seperti Pantai Tenda Biru. Ketika air surut, kita dapat melihat aktivitas penduduk lokal yang sedang mencari jukut hejo (rumput laut) dan udang lobster di pinggiran ombak. Kita juga dapat membeli ikan atau udang segar tangkapan nelayan untuk dimasak dan dinikmati di saung-saung pinggir pantai.

5. Pantai Amanda Ratu

Pantai Amanda Ratu dinamakan sesuai dengan villa Amanda Ratu. Pantai ini semakin indah dinikmati sembari mendengarkan deburan ombak yang menenangkan batin.

6. Pantai Ombak Tujuh

Surfing atau berseluncur, merupakan salah satu kegiatan yang dicari apabila berkunjung ke sebuah pantai. Nama Ombak Tujuh sendiri tercipta karena ombaknya yang selalu berurutan tujuh dengan ukuran yang besar.

Terletak sekitar 15 KM dari Pangumbahan, dapat dicapai dengan ojek atau berjalan kaki selama 3-4 jam. Tarif ojek bervariasi dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000, tergantung keahlian menawar. Pantainya sangat alami dengan karang-karang kecil.

7. Curug Cikaso

Di daerah Ujung Genteng juga terdapat sebuah air terjun yang tidak hanya indah, namun unik, Curug Cikaso namanya. Curug dalam bahasa Sunda merupakan istilah untuk air terjun, tapi di Curug Cikaso, tidak hanya terdapat satu air terjun, melainkan 3 air terjun yang terletak bersebelahan.

Letaknya sedikit berjauhan dari pantai, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun ojek, karena tidak ada kendaraan umum yang melewati tempat ini. Dari tempat parkir, anda dapat berjalan kaki atau membayar Rp 60.000 per rombongan untuk jasa perahu kecil menuju Curug Cikaso. Apabila beruntung, Anda dapat menyaksikan pelangi yang muncul dari cipratan air terjun. Sangat unik!

8. Curug Luhur

Curug Luhur ibaratnya sebuah permata yang tertutup lumpur. Sekilas melihat dari bagian atas, Anda hanya akan melihat sungai biasa yang mengalir. Untuk melihat keindahannya, Anda perlu untuk berjalan terlebih dahulu.

Setelah turun, akan terlihat pemandangan yang menakjubkan. Sungai dengan dasar bebatuan menghiasi air terjun seperti taman surga. Ada baiknya berkunjung saat musim hujan, karena pada musim kemarau, air terjun ini tidak ada airnya.

Apabila semua keindahan pantai dan air terjun di daerah Ujung Genteng masih belum cukup untuk dinikmati, masih terdapat satu objek wisata lain. Di daerah Ujung Genteng, Anda masih dapat menyaksikan pembuatan gula aren secara tradisional.

Awalnya, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembangnya, lalu dikumpulkan dan dimasak di kuali. Setelah dimasak, dituang di potongan bambu dan didinginkan. Anda pun dapat membeli gula kelapa tersebut secara langsung. Tertarik?

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads