Desa Sukarara, Surga Kain Tenun di Lombok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Desa Sukarara, Surga Kain Tenun di Lombok

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 12 Nov 2013 09:20 WIB
Desa Sukarara, Surga Kain Tenun di Lombok
Para wanita yang sedang menenun di Desa Sukarara (Afif/detikTravel)
Lombok Tengah - Kain tenun adalah ciri khas, sekaligus oleh-oleh dari Lombok. Motif kain tenun Lombok pun beda dengan kain tenun di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Kalau Anda mau berburu kain tenun di Lombok, Dusa Sukarara tempatnya.

Jika di Yogya atau Solo Anda biasanya berburu kain batik, maka kalau di Lombok Anda bakal mudah menemukan kain tenun. Berjalanlah ke Desa Sukarara di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah ada banyak kain tenun ala Lombok yang bisa dibeli dan Anda bisa mengenal kain tenun Lombok lebih dekat lagi.

"Di Desa Sukarara, semua wanitanya menenun kain. Biasanya mulai diajarkan menenun saat usia 10 tahun. Tidak ada yang tidak bisa," ujar Ardi, salah satu masyarakat Desa Sukarara yang menemani perjalanan detikTravel beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desa Sukarara berada sekitar 25 km atau 30 menit perjalanan dari Kota Mataram. Di bagian depan desanya terdapat suatu koperasi besar yang menjual kain tenun dengan motif dan harga yang beragam. Sebelum itu, Ardi mengajak saya terlebih dulu untuk jalan-jalan ke Desa Sukarara dan melihat proses pembuatan kain tenun.

"Para wanita menenun dari pagi hingga sore, bahkan malam-malam juga ada. Satu rumah punya satu alat tenun di halaman depannya," ucap Ardi.

Ardi menjelaskan panjang lebar tentang kain tenun Lombok di Desa Sukarara. Menurutnya, motif kain tenun yang ada di desa ini beragam. Motif pertama kali yang dibuat di desa ini sekaligus yang jadi ciri khas adalah motif subhanale.

"Subhanale itu seperti wayang ciri khas Lombok. Ada juga motif rumah adat Lombok atau motif tokek, dan beberapa penenun juga punya motif sendiri-sendiri. Motif di Desa Sukarara paling sulit untuk ditiru," kata Ardi.

Untuk soal harga, kain tenun di Desa Sukarara dipatok mulai dari kisaran Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah. Meski cukup menguras kantong, rupanya kain tenun di Desa Sukarara berkualitas karena semuanya masih dilakukan secara manual dan tidak menggunakan mesin sama sekali.

"Membuat satu kain tenun, dibutuhkan waktu satu minggu hingga berbulan-bulan," ungkap Ardi.

Di bagian koperasi, ada banyak kain tenun yang terlihat cantik dan berwarna-warni. Selain itu, ada juga tas dan kemeja yang dihiasi motif-motif ala kain tenun Lombok. Saat itu, juga banyak rombongan wisata yang memborong aneka kain tenun.

Ada banyak wanita yang saat itu sedang menenun kain di Desa Sukarara, baik muda atau yang sudah tua. Mereka terlihat asyik melakukan pekerjaannya, sesekali harus menjawab berbagai pertanyaan para wisatawan.

Menenun pun menjadi bukti, para wanita di Lombok tidak hanya berdiam diri di rumah saja. Sementara lelakinya bekerja, mereka akan menenun seharian untuk membantu penghasilan keluarga.

Kain tenun Lombok adalah satu dari sekian banyaknya warisan budaya di Indonesia. Ada cerita dan sejarah yang terkandung dalam sepotong kain tenun Lombok. Desa Sukarara adalah surganya kain tenun yang harus dijaga untuk terus membuat kain tenun Lombok tetap ada.

"Menenun bukan kerajinan, tapi sudah tradisi," tegas Ardi sambil tersenyum.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads