Namanya Ical, umurnya baru menginjak 3,5 tahun saja. Ia bahkan masih terbilang balita karena selalu berdua ibunya yang bernama Imut. Ia senang sekali melihat kedatangan manusia, tepatnya rombongan dari Novotel Balikpapan, ke Pulau 6, pulau buatan tempat tinggal orangutan.
Saat melihat rombongan, Ical yang tadinya ada di atap bungalow, perlahan turun ke bawah dan asyik bermain dengan tali. Ia berguling-guling dan menatap langsung para manusia yang tak kalah gemas melihat tingkah Ical. Tingkah aktif Ical ini pun diaminkan oleh sang pemandu.
"Ical ini memang yang paling banyak eksyen," ujar Agus Haryadi kepada detikTravel beberapa waktu lalu.
Senang menjadi pusat perhatian, Ical berpose banyak gaya, mulai dari duduk, hingga seakan meminta sesuatu. Bayi orangutan ini tak merasa manusia akan menyakitinya sehingga sering sekali Ical menatap langsung ke mata para pengunjung.
Tak heran jika hampir semua pengunjung akan membidikkan kameranya ke Ical. Sang ibu tetap duduk di dalam atap bungalow sambil terus mengawasi anaknya.
Ical dan Imut adalah salah satu penghuni yang tinggal di pulau orangutan. Di Pulau 6 ini, penghuninya hanyalah para betina yang sedang memiliki bayi. Mereka hidup di pulau buatan yang dikelilingi oleh sungai kecil yang juga buatan manusia.
Pulau ini berada di dalam area Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation di Desa Samboja, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Yayasan ini melindungi orangutan yang dipelihara secara ilegal oleh penduduk, dan dieksploitasi oleh orang tidak bertanggung jawab seperti di sirkus.
BOSF terbuka untuk wisatawan. Mereka bisa datang dengan melakukan reservasi terlebih dahulu. Ada dua waktu menengok hewan-hewan hampir punah ini yaitu pada pagi hari dan sore hari.
Pagi hari jangka waktunya dari pukul 09.00-13.00 WIT dengan paket harga Rp 550 per orang untuk dewasa dan Rp 275 ribu per orang untuk anak-anak. Untuk kunjungan sore hari dimulai pukul 14.00-20.00 WIT. Paketnya bisa tur keliling Samboja Lestari atau ke Pulau Orangutan dan ke Penangkaran Beruang Madu.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun