Long Weekend ke Sleman, Bisa Belanja Batik Juga Lho!
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Long Weekend ke Sleman, Bisa Belanja Batik Juga Lho!

- detikTravel
Senin, 11 Mei 2015 17:25 WIB
Long Weekend ke Sleman, Bisa Belanja Batik Juga Lho!
Batik yang sedang dilukis (Randy/detikTravel)
Sleman - Yogyakarta adalah destinasi yang diburu wisatawan untuk long weekend libur Kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj. Namun jangan cuma ke Yogyakarta, mampir juga ke Sleman karena wisatawan bisa berburu batik di sana.

Selain Solo, Kota Pelajar Yogyakarta juga punya pabrik batik tradisional. Salah satu yang dapat traveler kunjungi adalah pabrik Batik Nyonya Indo di Sleman. Proses pembuatan batiknya masih dikerjakan secara manual dan tradisional.

Dalam acara Media Fam Trip yang diselenggarakan oleh Hyatt Regency Yogyakarta, detikTravel sempat mampir ke pabrik Batik Nyonya Indo di Jl Dr Radjiman 24, Sleman. Pengunjung yang ingin tahu akan diberi penjelasan soal pembuatan batik tradisional dari awal hingga akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau proses pembuatan batik di sini itu semuanya masih tradisional, lama pengerjaannya relatif, tergantung konsep dari batik itu sendiri," ujar supervisor Batik Nyonya Indo, Sukardi, saat diwawancarai detikTravel, Sabtu (9/5/2015)

Di balik indahnya batik, terdapat proses pembuatan yang tidak mudah dan memakan waktu. Pada awalnya kain akan dilukis dengan motif selama 2-3 hari. Setelah itu barulah kain dibatik dengan malam dan diwarnai secara manual untuk menghasilkan batik tulis.

Adapun lama pembuatan batik sangat dipengaruhi akan seberapa banyak warna yang ada dalam sebuah batik. Untuk satu warna saja dibutuhkan waktu pewarnaan hingga 1-2 minggu. Jika ada lima warna, satu batik bisa memakan waktu pembuatan hingga 10 bulanan. Waktu yang tidak sebentar.

"Keistimewaan Batik Nyonya Indo, kita ada yang namanya sistem cocs dalam bahasa Jawa. Jadi batik yang sudah diwarnai dicek lagi untuk memastikan tidak ada cacat di kain batiknya," ujar Sukardi.

Soal kualitas, Batik Nyonya Indo memang sudah tidak perlu disangsikan keindahannya. Setiap batik yang usai diwarnai pun dicek satu-satu di atas meja kaca berlampu oleh tenaga ahli. Dari situ bisa kelihatan bagian cacat dari sebuah batik. Setelah ditandai, barulah batik diwarnai kembali agar lebih rapi.

"Untuk motif batik, yang khas Yogyakarta ada parang, gordo, semen, wahyu tumurun, dan masih ada lainnya," tambah Sukardi.

Batik Nyonya Indo pun masih mempertahankan desain batik yang klasik. Walaupun klasik, namun warna batik dbuat lebih variatif dan tentunya lebih anak muda. Jadi batik tidak hanya bisa dipakai saat undangan saja, namun juga untuk sehari-hari.

Mencintai batik yang merupakan budaya Indonesia tidak hanya terbatas dari sekedar memiliki batik. Tidak ada salahnya Anda juga mengenal proses pembuatannya sehingga jadi lebih paham, mumpung liburan panjang akhir pekan nanti.

Jika tertarik ingin membeli, produk Batik Nyonya Indo dapat dijumpai di sekitar Yogyakarta dan Jakarta. Misalnya saja di Yogyakarta ada di Hyatt Regency, Sheraton, hingga area perbelanjaan Belleza di daerah Permata Hijau, Jakarta.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads