8 Tempat Wisata Seru Saat Mudik ke Bangka Belitung (1)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

8 Tempat Wisata Seru Saat Mudik ke Bangka Belitung (1)

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 13 Jul 2015 16:10 WIB
8 Tempat Wisata Seru Saat Mudik ke Bangka Belitung (1)
(Sastri/detikTravel)
Pangkalpinang - Provinsi Bangka Belitung punya banyak tempat wisata yang cocok disambangi saat mudik Lebaran kali ini. Tersebar di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung, 8 destinasi ini akan membuat libur Idul Fitri semakin seru!

Setidaknya ada 8 destinasi yang bisa dikunjungi saat pulang kampung ke Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Dihimpun detikTravel, Senin (13/7/2015), berikut daftarnya bagian pertama:

1. Pesanggrahan Menumbing, Muntok, Bangka

(Sastri/detikTravel)
Para pemimpin RI termasuk Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan ke Pulau Bangka. Salah satu rumah pengasingannya terletak di Bukit Menumbing, yang terletak di dekat Kota Muntok.

Pesanggrahan Menumbing, begitu nama tempat ini. Mulai 22 Desember 1928-7 Juli 1949, tempat ini dijadikan rumah pengasingan para pemimpin RI. Bung Hatta, Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Assa'at, Ali Sastroamidjodjo, Moch Roem, sampai mantan Presiden RI yakni Bung Karno pernah diasingkan di sini.

Bagian dalamnya terdiri dari beberapa ruangan, termasuk ruang pertemuan dan ruang tidur Bung Karno pada masa itu. Sejumlah foto kenangan tertempel rapi di ruang kerja Bung Karno. Perabotannya masih asli, begitu pula letak tiap furniturnya. Foto-foto para pemimpin RI terpampang besar-besar di ruang pertemuan. Di ujung ruangan ini, terdapat mobil BN 10 yang pernah digunakan oleh Bung Hatta.

2. Desa Namang, Bangka Tengah

(Sastri/detikTravel)
Siapa sangka di Bangka, tepatnya Desa Namang, Bangka Tengah, traveler bisa mencicipi olahan jamur paling mahal se-Indonesia. Namanya Jamur Pelawan, yang harganya mencapai Rp 2 juta per kilogram!

Mayoritas jamur pelawan dijual dalam bentuk kering. Traveler juga bisa mencicipi olahannya langsung di area Hutan Pelawan yang dikelola warga setempat. Jamur pelawan juga merupakan salah satu menu makanan yang disuguhkan dalam tradisi makan khas Bangka, 'makan bedulang'. Di Desa Namang pula, Anda bisa mencicipi nasi bedulang berisi 6 lauk untuk 4-5 orang, seharga Rp 300 ribu.

3. Pulau Lengkuas, Belitung

(Sastri/detikTravel)
Beralih ke Belitung, belum sah berkunjung Negeri Laskar Pelangi tanpa menyambangi Pulau Lengkuas. Pulau penuh hamparan pasir putih dan berair jernih ini punya mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada 1882.

Mercusuar berusia ratusan tahun itu menjulang setinggi 50 meter. Traveler bisa naik ke puncaknya. Menapaki seratusan anak tangga, untuk melihat panorama Pulau Lengkuas dari ketinggian. Anda harus melepas alas kaki saat masuk mercusuar, serta membayar Rp 5.000 per orang untuk kebersihan.

Di dekat mercusuar terdapat fasilitas seperti kantin dan toilet. Traveler juga bisa melihat penangkaran penyu sisik, bahkan bisa ikut melepasnya langsung ke laut lepas.

Pulau Lengkuas masuk dalam wilayah Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Traveler bisa menyambanginya naik kapal dari Pantai Tanjung Kelayang, dengan jarak tempuh sekitar 10 menit.

4. Masjid Kayu Desa Tuatunu, Bangka

(Sastri/detikTravel)
Bangka tak hanya soal bakmi, atau batu granit raksasa yang bertebaran di pesisir pantainya. Di dekat ibukotanya yakni Pangkalpinang, terdapat tempat wisata religi berupa masjid unik yang semuanya terbuat dari kayu.

Masjid Kayu, begitu masyarakat Bangka menyebut bangunan ini. Nama aslinya adalah Masjid Baitul Hajj, yang terletak di Desa Tuatunu, dekat Kota Pangkalpinang. Masjid ini menjadi bagian dari Keleka Community, komplek wisata yang menyuguhkan aneka tradisi dan kebudayaan khas Bangka.

Seperti namanya, seluruh bagian masjid ini terbuat dari kayu. Mulai dari lantai, langit-langit, tiang, tangga, sampai mimbar. Tiap waktu beribadah, warga setempat berbondong-bondong menyambangi Masjid Kayu untuk salat berjamaah. Bagian dalamnya sangat sejuk, angin sepoi berhembus lewat jendela-jendela kayu yang terbuka lebar.

Selain Masjid Kayu, banyak tempat yang bisa traveler datangi di Keleka Community. Mulai dari galeri berisi alat-alat kesenian, sampai kolam pemancingan ikan dan saung untuk bersantai.
Halaman 2 dari 5
Para pemimpin RI termasuk Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan ke Pulau Bangka. Salah satu rumah pengasingannya terletak di Bukit Menumbing, yang terletak di dekat Kota Muntok.

Pesanggrahan Menumbing, begitu nama tempat ini. Mulai 22 Desember 1928-7 Juli 1949, tempat ini dijadikan rumah pengasingan para pemimpin RI. Bung Hatta, Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Assa'at, Ali Sastroamidjodjo, Moch Roem, sampai mantan Presiden RI yakni Bung Karno pernah diasingkan di sini.

Bagian dalamnya terdiri dari beberapa ruangan, termasuk ruang pertemuan dan ruang tidur Bung Karno pada masa itu. Sejumlah foto kenangan tertempel rapi di ruang kerja Bung Karno. Perabotannya masih asli, begitu pula letak tiap furniturnya. Foto-foto para pemimpin RI terpampang besar-besar di ruang pertemuan. Di ujung ruangan ini, terdapat mobil BN 10 yang pernah digunakan oleh Bung Hatta.

Siapa sangka di Bangka, tepatnya Desa Namang, Bangka Tengah, traveler bisa mencicipi olahan jamur paling mahal se-Indonesia. Namanya Jamur Pelawan, yang harganya mencapai Rp 2 juta per kilogram!

Mayoritas jamur pelawan dijual dalam bentuk kering. Traveler juga bisa mencicipi olahannya langsung di area Hutan Pelawan yang dikelola warga setempat. Jamur pelawan juga merupakan salah satu menu makanan yang disuguhkan dalam tradisi makan khas Bangka, 'makan bedulang'. Di Desa Namang pula, Anda bisa mencicipi nasi bedulang berisi 6 lauk untuk 4-5 orang, seharga Rp 300 ribu.

Beralih ke Belitung, belum sah berkunjung Negeri Laskar Pelangi tanpa menyambangi Pulau Lengkuas. Pulau penuh hamparan pasir putih dan berair jernih ini punya mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada 1882.

Mercusuar berusia ratusan tahun itu menjulang setinggi 50 meter. Traveler bisa naik ke puncaknya. Menapaki seratusan anak tangga, untuk melihat panorama Pulau Lengkuas dari ketinggian. Anda harus melepas alas kaki saat masuk mercusuar, serta membayar Rp 5.000 per orang untuk kebersihan.

Di dekat mercusuar terdapat fasilitas seperti kantin dan toilet. Traveler juga bisa melihat penangkaran penyu sisik, bahkan bisa ikut melepasnya langsung ke laut lepas.

Pulau Lengkuas masuk dalam wilayah Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Traveler bisa menyambanginya naik kapal dari Pantai Tanjung Kelayang, dengan jarak tempuh sekitar 10 menit.

Bangka tak hanya soal bakmi, atau batu granit raksasa yang bertebaran di pesisir pantainya. Di dekat ibukotanya yakni Pangkalpinang, terdapat tempat wisata religi berupa masjid unik yang semuanya terbuat dari kayu.

Masjid Kayu, begitu masyarakat Bangka menyebut bangunan ini. Nama aslinya adalah Masjid Baitul Hajj, yang terletak di Desa Tuatunu, dekat Kota Pangkalpinang. Masjid ini menjadi bagian dari Keleka Community, komplek wisata yang menyuguhkan aneka tradisi dan kebudayaan khas Bangka.

Seperti namanya, seluruh bagian masjid ini terbuat dari kayu. Mulai dari lantai, langit-langit, tiang, tangga, sampai mimbar. Tiap waktu beribadah, warga setempat berbondong-bondong menyambangi Masjid Kayu untuk salat berjamaah. Bagian dalamnya sangat sejuk, angin sepoi berhembus lewat jendela-jendela kayu yang terbuka lebar.

Selain Masjid Kayu, banyak tempat yang bisa traveler datangi di Keleka Community. Mulai dari galeri berisi alat-alat kesenian, sampai kolam pemancingan ikan dan saung untuk bersantai.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads